Meskipun Elenio tidak terlalu menunjukan amarahnya, tapi Allana mampu merasa, Elenio pasti memendam rasa kecewa.
"Aku mohon, beri aku waktu lagi, El, sampai aku benar-benar mempunyai bukti yang kuat. Tolong kamu mengerti, sedikit saja," jelas Allana merundukan pandangan.
Mendengar bagaimana tulus dan dalamnya ucapan Allana, napas Elenio berembus berat.
Elenio sadar, dia terlalu banyak memberi tekanan pada Allana mengenai seluruh luapan emosi yang pernah dia lampiaskan pada Allana. Tapi, egonya masih terus bertahta tinggi dalam diri. Rasanya melontarkan kata maaf terlampau sulit.
***
Allana mengira jika Elenio akan tersulut api amarah bahkan meninggalkan dirinya di danau sendiri. Tapi nyatanya, laki-laki itu mengantarkan Allana pulang. Bahkan raut wajah Elenio tampak tenang.
Mungkink