Hujan turun sangat deras membasahi kota seoul, semua orang berlari-larian untuk mencari tempat berteduh. Melamun dalam bayangan masa lalunya, tanpa sadar seorang gadis berteriak histeris melihat mobil sedan hitam ingin menghampirinya dengan kecepatan diatas rata-rata.
"Aaaahhhhhh" gadis itu, Kim eun ra menutup matanya rapat-rapat, ia berharap ini bukan akhir dari hidupnya.
Tak
Tak
Tak
Eun ra mendengar suara tapakan sepatu pantopel mulai mendekat ke arah nya dan ia merasakan sentuhan lembut di lengannya. "Gwencanayo Agassi?" Suara itu sangat lembut, membuat jantung Eun ra berdebar tidak beraturan. Tetapi suara itu juga membuat dirinya takut, suara yang sudah lama tidak ia dengar, suara seorang pria.
Perlahan Eun ra membuka matanya karena ia tidak merasakan sakit pada tubuhnya. Tubuh Eun ra mulai bergetar hebat setelah melihat pria di hadapan nya ini, ketakutan itu muncul kembali.
"Singkirkan tanganmu!" Eunra menyingkirkan dengan kasar tangan pria itu, dan langsung beranjak pergi dari tempat tersebut.
Kyuhyun hanya mampu terdiam melihat gadis itu pergi dari hadapannya. "Gadis aneh" umpat Kyuhyun menatap punggung gadis tersebut yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya.
**
Brak
"Eunra? Dari mana saja kau? Aku dari tadi mencemaskanmu" ucap Park sae ron sahabat Eunra, dengan tergesa-gesa ia langsung menghampiri sahabatnya.
'Pasti terjadi sesuatu pada Eunra diluar sana' pikir Saeron melihat kondisi Eunra yang sangat mengkhawatirkan.
Terlihat jelas wajah Eunra sangat ketakutan saat ini, tubuhnya bergetar sangat hebat, Saeron langsung menuntun Eunra untuk menenangkan gadis itu.
~
Eunra telah menceritakan semua yang terjadi padanya hari ini pada Saeron, yang membuat dirinya ketakutan hingga saat ini.
"Sudah ku bilang kau jangan keluar sendirian!" Eunra tidak tahu saja saeron sangat mengkhawatirkan dirinya saat menemui apartemennya kosong.
"Aku tidak ingin terus-terus hidup dalam ketakutan. Aku ingin kuliah sama sepertimu, aku ingin menjalani hidup disini dengan bahagia" Eunra sangat serius pada ucapannya barusan, ia akan bangkit dan melupakan masa lalunya.
Saeron hanya mampu menyemangati seseorang yang sudah dianggap sahabatnya, saeron ingin sekali melihat Eunra tersenyum bahagia, seperti gadis gadis lain diluar sana. Sejak Saeron bertemu Eunra pertama kali sampai sekarang, ia sama sekali belum pernah melihat senyuman dan canda tawa Eunra, padahal Saeron pikir gadis itu tambah cantik kalau tersenyum. Dan senyuman Eunra terlintas hanya ada dibayangan Saeron saja ternyata. Untuk itu Saeron mendukung apapun keputusan Eunra untuk bangkit dari keterpurukannya.
***
Eunra menatap wajahnya dicermin, ia merasa dirinya sudah sangat lama sekali tidak berhadapan dengan benda yang menampakkan dirinya sendiri itu.
Hanyang University

Disepanjang perjalanan Eunra hanya mampu menunduk, ia takut menatap wajah-wajah orang yang nantinya akan membuat dirinya takut, terutama wajah seorang pria.
Dan disepanjang koridor kampus Eunra terus menggenggam tangan Saeron, tidak mau untuk melepasnya sedikitpun.
"Sunbae!" Pekik Saeron, terdengar sangat riang ditelinga Eunra, ia masih tidak mampu mengangkat wajahnya.
Tidak lama seseorang yang dipanggil Saeron mendekat dan berdiri dihadapan Saeron dan Eunra.
"Ada apa? Apa kau sedang kesulitan?" Tanya pria itu dengan senyuman menawannya.
"Hmm.. Aniyo, aku hanya ingin memperkenalkan sahabatku. Namanya Kim Eunra" jawab Saeron disertai dengan senyuman dan melepaskan genggamannya pada Eunra.
"Tidak usah takut Eunra, dia pria yang baik. Cepat kenalkan dirimu" bisik Saeron dan langsung beralih pada pria di hadapan nya itu. "Kyuhyun Oppa boleh aku minta tolong?"
"Boleh, bicara saja apa yang bisa kubantu?" Jawab Kyuhyun seraya bertanya.
"AKU titip Eunra sahabatku, aku ada jam siang ini, aku mempercayaimu. Gomawo" Saeron langsung menunduk hormat pada Kyuhyun dan melesat pergi meninggalkan dua makhluk berbeda jenis itu.
Kyuhyun beralih pada gadis di hadapan nya ini, ia mengerutkan dahinya dalam. "Hei! kenapa kau terus menunduk?"
1 Menit..
2 Menit
tak ada jawaban dari gadis di hadapan nya itu.
"Ada apa denganmu? Kau terlihat aneh"
Tangan Eunra bergerak menutupi telinganya. Bayangan masa lalunya terus berputar-putar di kepalanya. Suara pria itu sangat mengerikan baginya.
"Ada apa denganmu?" Kyuhyun melihat jelas tubuh gadis itu bergetar hebat dan terdengar isakan tangis dari gadis itu.
'Apa yang harus aku lakukan?' Pikir Kyuhyun sangat cemas.
Kyuhyun mengambil langkah maju untuk mendekat kearah gadis itu dan menyentuh lembut dagu gadis itu agar bisa melihatnya.
Deg
Mata mereka saling bertemu.
"Kau gadis yang kemarin?" Tanya Kyuhyun ragu, ia yakin dia gadis kemarin yang hampir ia tabrak.
"Jangan sentuh aku!" Eunra langsung mengibas tangan Kyuhyun, untuk kedua kalinya Kyuhyun diperlakukan seperti itu. perlahan ia mengayunkan kakinya untuk mundur dan menjauh dari pria itu. Trauma ini belum hilang, ini adalah awal dari semuanya.
'Ketakutan itu muncul kembali setelah aku ingin melupakannya dan mencoba bangkit dari masa lalu yang sangat mengerikan itu.'
Kyuhyun masih diam mematung ditempat itu, ia memikirkan apa yang terjadi pada gadis itu.
"Mata itu. Sepertinya aku mengenalnya" Kyuhyun menerawang jauh mengingatnya.
To be continue