Ruzgach memandangi sekumpulan manusia dengan jubah hitam yang tengah meletakkan beberapa tubuh seorang wanita di tengah-tengah altar. Mereka semua dipakaikan kain hitam untuk menutup tubuh. Ruzgach berjalan pelan-pelan di pinggir aula, tersenyum dalam kegelapan dengan iris mata berkilat-kilat. Ruzgach masih mempertahankan wujud manusianya, memandangi sekumpulan manusia itu dengan seringai. Ketika sebuah wadah berbentuk bundar dengan banyak ukiran diletakkan di tengah-tengah mereka, Ruzgach tahu apa yang akan mereka lakukan setelahnya. Ruzgach bisa melihat beberapa sosok tak kasat mata yang melayang-layang di sekitar aula. Mereka sama sekali tidak menyadari posisi Ruzgach karena ia memakai tubuh manusianya. Sosok-sosok yang melayang dengan tawa melengking itu tampak tidak sabar untuk memasu