Gilbert tidak tahu berapa banyak lagi orang yang ia kenal akan kembali muncul sebagai musuhnya. Orang-orang selalu berubah sangat cepat sampai Gilbert berpikir ia sama sekali tidak memiliki waktu untuk memahami hal itu. Mungkin ia sendiri juga berubah, bersama dengan memori masa lalunya yang sebagian sirna. Gilbert seharusnya merasakan sakit hati, atau setidaknya kemarahan. Tetapi nyatanya ia hanya merasa jiwanya seolah kosong ketika melihat orang-orang yang ia kenal, yang sebelumnya menjadi rekan keluarganya berbalik untuk menusuknya dari belakang. Gilbert telah memantapkan dirinya sejak kecil bahwa ia tidak akan mempercayai siapapun bahkan meski itu orang tuanya sendiri. Tetapi ia tidak bisa memungkiri bahwa ia tanpa sadar meletakkan keyakinan kepada orang-orang yang bersikap baik kepada