James selalu ingin menjadi yang nomor satu. Sejak kecil, ia selalu ingin menjadi seorang Raja. Ia pikir, hal itu hanya impian anak-anaknya saja, nyatanya hingga ia dewasa, impian itu tidak pernah sirna. Ketika kakaknya naik menjadi seorang Raja, James sama sekali tidak merasakan kebahagiaan. Satu-satunya yang ia rasakan hanya iri dan dengki. Tidak peduli sebaik apapun kakaknya kepadanya, James tetap tidak bisa menghilangkan rasa iri itu dari dalam hatinya. James kira, jika ia terus berusaha beradaptasi dan menerima keadaan, rasa iri dan dengki itu akan menghilang, tetapi kenyataannya tidak sama sekali. Perasaan iri dan dengki itu malah semakin membesar, menguasai hatinya sampai terasa sangat sesak.
Orang-orang selalu mengatakan padanya bahwa ia sangat beruntung terlahir sebagai darah Kera