Gilbert mendorong pintu kerangkeng berlapis abu gunung tersebut. Seperti sebuah dinding imajiner tiba-tiba menghilang ketika Gilbert melakukannya. Ruzgach yang berdiri menunggu dirinya bebas menatap Gilbert dengan pandangan antusias. Begitu pintu kerangkeng itu terbuka, Ruzgach keluar dengan sinar berwarna pekat yang menyelubungi tubuhnya. Kedua bola mata crimson-nya berkilat-kilat tajam.
"Siap untuk mengamuk, Ruzgach?"
Ruzgach membungkuk. "Yes, My Lord."
Gilbert menyeringai. Secepat kilat Ruzgach menghilang seolah ia berteleportasi. Beberapa detik kemudian suara ledakan terdengar di mana-mana. Gilbert berjalan dengan senyum di wajahnya. Hal yang tidak pernah ia lakukan di kehidupan yang ia dapatkan sesaat sebelum kematiannya. Ada banyak orang yang mati malam ini, dan Gilbert merasa be