Gilbert memejamkan matanya, ia berusaha untuk segera tidur namun sama sekali tidak bisa. Tubuhnya benar-benar terasa lelah, ia merasa mengantuk, namun setiap kali ia memejamkan matanya, Gilbert sama sekali tidak bisa untuk sampai ke alam mimpi. Gilbert sudah beberapa hari kekurangan tidur. Ia juga tidak banyak istirahat karena beberapa pekerjaan dari istana dan kepentingan pribadinya. Gilbert menarik perkamen kusut di dalam vas bunga obsidian yang sebelumnya memicu ia untuk melihat kenangan mengenai Ayahnya dan juga Xarxes Baskerville. Jemari Gilbert bergerak meraba permukaan perkamen tersebut, merasakan tekstur kasar darinya. Gambar wajahnya yang begitu jelas terpampang di hadapannya. Gilbert tidak tahu siapa yang menggambar wajahnya pada perkamen tersebut. Gilbert sangat tahu bahwa Ayahn