Anin pulang dari kampus sepi sekali lampu rumahnya masih belum ada yang menyala hanya lampu yang di luar aja. Anin tiba dirumahnya sudah jam 8 malam.
" mang Udin kenapa Lampunya gak dinyalakan..?" tanya Anin pada asisten rumah tangga nya yang biasa buka dan tutup pintu pagar, serta merawat kebun, untuk satpam mereka udah punya satpam komplek. Sedangkan untuk rumah yang bersih- bersih, dan lainnya di kerjakan bi asih istrinya Udin. Terkadang kalau Anin gak ada kerja dia membatu bi Asih. Untuk memasak Anin sendiri karena dia ingin setiap hari memasak untuk suaminya
" hehehe, lupa bu " Udin menjawab sambil nyengir
" bi Asih mana ...?"
" Asih lagi keluar belanja bu "
Anin berjalan menuju teras dan membuka pintu masuk rumahnya.
Anin masuk kerumah nya mencari tombol untuk menyalakan lampu ruang tamunya, tetapi tiba-tiba ada yang memegang tangannya dan membawanya. Anin sedikit terkejut dia tidak melihat mobil suaminya, " jadi siapa yang dirumah " batin Anin
dia sedikit berontak, dengan lembut tangan itu menggenggam tangan nya Sambil berhitung
"1,2,3" dan sekita suasana menjadi terang dan letusan confetti , dan suara
" surprise " bersamaan
Anin bingung acara apa yang dia lupakan, Sampai Radit membisikan
" happy anniversary honey"
Anin baru tersadar, ya dia melupakan anniversary ke 4 pernikahan nya. dia terlalu sibuk dan terlupa.
" happy anniversary adikku sayang samawa selalu"
" kakak....", Anin baru menyadari mereka tidak hanya berdua.
" hey, yang kau lihat hanya suamimu, sampai kau tak melihat kakak mu lagi" Antonius mengelus kepala adik kesayangan nya itu.
" kakak tak pernah mengunjungi ku, kakak terlalu sibuk dengan pekerjaan kakak" jawab Anin merajuk
" yah kalau sudah ada kakak aku selalu di lupakan" Rumi, adik Anin mendekat sambil mengucap selamat untu kakak perempuan nya itu.
dan ketiga berpelukan melepas rindu.
Raja dan Radit tersenyum melihat tingkah tiga saudara tersebut. Tidak lupa Raja, Mang Udin dan bi Asih memberikan selamat kepada Anin dan Radit, mereka juga berperan dalam menyiapkan surprise malam ini.
mereka makan bersama menikmati hidangan yang disiapkan oleh Raditya dan Raja. termasuk mang Udin dan bi Asih juga makan bersama mereka, karena Anin selalu mengajak mereka makan bersama tanpa membeda-bedakan.
setelah puas mereka mengobrol Anton dan Rumi memutuskan untuk menginap.
Anin dan Radit kembali ka kamar mereka
"Honey, happy anniversary, terimakasih sudah menjadi istri terbaikku" Radit mencium kening istrinya dengan lembut dan mulai turun ke bibir mungil candunya itu dia menge**p dan me**t bibir istrinya dengan penuh kelembutan.
Anin membalas ciuman suaminya dengan lembut, dan sebelum terlalu jauh ia melepaskan ciuman suaminya, yang membuat suaminya protes..
" honey"
" nanti minta nya lebih, aku belum mandi sayang masih bau keringat"
" gak masalah hon , aku tetap menyukainya"
" ish , aku yang gak suka sayang, udah ya aku mandi dulu"
" tunggu hon , hampir lupa" Radit mengambil sesuatu dari saku celananya.
" honey, maafkan aku baru sekarang setelah 4 tahun pernikahan kita aku baru bisa memberikan hadiah untuk mu" Radit memasangkan sebuah kalung di leher Anin dan kemudian memeluk nya dari belakang.
" kamu menyukai nya hon " Radit memutar istrinya ke depan cermin rias istrinya.
" ini sangat cantik sayang, aku sangat menyukai nya" Anin memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di d**a bidang suaminya. Itu posisi yang sangat Anin sukai dia di peluk dan menyandarkan kepala di d**a bidang suaminya.
" Sayang, aku tidak mengharapkan hadiah apapun darimu, terimakasih atasan semua hati dan cinta mu yang slalu kamu berikan untuk ku"
Anin mengeratkan pelukannya kepada suaminya tentu Radit sangat senang di peluk istrinya seperti itu. cukup lama mereka berpelukan.
" sayang aku mandi dulu ya "
" mandi sama-sama ya hon "
Tanpa persetujuan Anin Radit mengangkat istri cantiknya ala bridal style itu ke kamar mandi mereka di dalam kamar utama yang mereka tempati.
Dan selanjutnya terjadilah hal yang iya iya?
Reader berimajinasi sendiri ya✌️