Tok! Tok! Tok!!!
"Tuan Gletser!"
"Tuan beku… ayo bangun!"
"Hei, manusia es! Cepat bangun!"
Sevda sudah berteriak dan menggedor pintu Ayaz untuk kesekian kalinya. Tetapi pria di dalam kamar sana masih belum juga mau membukakan pintu untuknya.
"Ayazzz… cepat bangun!" teriaknya kencang dengan suara melengking.
Beberapa saat kemudian kenop pintu itu bergerak serupa ada yang membukanya dari dalam. Detik selanjutnya daun pintu terbuka, memperlihatkan sang pria yang masih malas dengan muka bantalnya.
"Kenapa kau teriak-teriak seperti radio rusak?!" Ayaz berkata dengan kesal dan malas.
"Astaga… ini jam berapa, kenapa kau belum siap?" amuk Sevda.
"Aku tidak peduli dengan jam, yang jelas ini masih pagi buta dan aku mau tidur. Hoamm… ngantuk sekali." Ayaz menguap dan hendak menutup pint