Suatu hari ketika ketika Dion sedang menuju kampus mengendarai motor kesayangan nya, ia melihat sahabatnya tino sedang menunggu angkutan umun.
lalu dion menghampiri nya
"Tino ikut aku ajh, biar cepat ya"
"oke dion ayuuk cuss"
mereka berdua menuju kampus bersama, saat perjalanan menuju kampus Dion bertanya ke tino.
"Tin, lo itu sebenarnya kenapa ya.....?"
lalu tino menjawab
"apanya yang kenapa dion, aku ini fine gitu..
apa ada yang aneh ya sama penampilan ku hari ini.."
Dion terdiam dan ngebati.
"kacau ni anak lama lama, biar lah, mungkin dia lelah, hahaha"
sesampainya dikampus dan dion memarkirkan motornya,
tiba tiba Tino menatap ke seorang laki laki gagah dan tampan
Tino pun terkesima, langsung tersenyum senyum, seperti wanita yang sedang kasmaran.
Dion pun menegor ya
"hayo ngapai lo"
Tino pun diam dan berkata
"biasa lah, dion.."
Sambil tersenyum ia langsung masuk ke kelas mata kuliah pertamanya.
sedangkan Dion yang berbeda kelas dengan Tino, berjalan dan berfikir
"wah, makin parah ajh si tino, pasti terjadi suatu hal dengan otaknya atau ada yang terjadi dengannya...."
kemudian Dion masuk kekelas juga
Setelah mengikuti perkuliahan Dion dan Tino bertemu kembali. mereka berdua menuju ke kantin untuk istirahat sejenak lalu pulang.
karena dion masih penasaran dengan Tino akan perilakunya. Dion ternyata sudah menyiapkan beberapa pertanyaan untuk Tino.
"Tino, ada yang ingin gue tanya"
"apa itu on.."
"on..on..on, emangnya gue beloon, sambil tertawa hahaha"
"gitu ajh sensi bener ah..."
"oh iya, lo masih suka wanita kan tino...?"
Tino terdiam dan tersenyum ke arah dion
"hehe., malah senyum senyum lo ini ditanya.."
"ehmmm gimana ya, aku gag bisa jawab"
"ok deh kalau belum bisa jawab, tapi gue butuh jawaban nya ya, terserah lo mau jawab kapan"
Tino tersipu malu sambil tersenyum ke arah Dion
setelah mereka istirahat sejenak. lalu mereka berdua pulang
akan tetapi Tino ingin pulang sendiri saja dengan alasan dia sudah janji akan di jemput saudaranya..
Dion pun berjalan menuju motornya lalu pulang.
sepanjang perjalanan dion berfikir
"apapun yang terjadi dengan si Tino, dia tetap sahabat gue, meskipun perilaku sedikit aneh, ya gapapa lah, dia juga bisa buat gue tertawa juga saat gue lagi buntu pikiran, hehehe"
Setelah sampai dirumah Dion pun langsung istirahat.
tiba-tiba Tino menelpon Dion sambil menangis.
"halo, tino lo kenapa, halo tino ?"
tino pun belum menjawab
"Tino lo baik baik ajh kan, tino jawab gue..."
dan akhir nya tino berkata
"dion maafin aku ya.." sambil menangis
"lo kenapa, nelpon sambil nangis....?"
"aku mau jujur sama kamu dion, kalau aku sebenarnya, udah berbeda dari yang dulu."
telpon pun terputus. dengan sigap dion langsung mengambil kunci motor dan menuju rumah Tino.
dengan rasa cemas, takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya
Dion ngebut ke rumah Tino..
sesampainya dirumah Tino dan langsung masuk rumah Tino.
Dion sudah tau bahwa Tino tidak akan mengunci pintu depan rumahnya.
Dion bertemu dengan bibi ARR yang ada dirumah Tino.
"bi, tino dimana, dia sudah pulang kan...."
"non eh salah den tino itu tadi dikamar"
tanpa mendengarkan penjelasan si bibi, Dion langsung menuju kamar Tino
"Tino , ini gue Dion, gue boleh masuk......"
tidak ada jawaban dari Tino, Dion pun langsung masuk dan melihat Tino yang berbeda..
"Tino kamu baik baik saja . sambil terheran heran" melihat ke arah Tino.
Tiba tiba Tino berkata
"Dion kamu pernah nanya ke aku kan, kalau aku ini masih suka wanita apa enggak, sekarang aku jawab boleh.."
Dion pun terdiam dan spontan berkata
"ia boleh tin...."
"maaf ya tadi aku nelpon kamu sambil nangis, terus telponnya terputus, pasti kamu khawatir, aku sebenarnya sudah melakukan banyak hal ke tubuhku dan akhir aku seperti ini Dion. jawaban ku. .aku lebih suka laki laki sekarang Dion"
Dion pun diam lalu duduk di atas tempat tidur Tino
sambil menarik nafas Dion berkata
"tino, kenapa tidak bilang saja ke gue kalau lo itu seperti ini sekarang, gue itu sahabat lo, dan akan tetap jadi sahabat lo sampai kapanpun, ini jalan hidup yang lo pilih, jadi seharusnya lo bilang ajh ke gue. tapi inget lo awas ajh suka sama gue, gue lempar lo, hehehehe"
dan akhirnya Tino pun mengakui perbedaan ke Dion
mereka pun tertawa bersama di kamar