Pagi-pagi sudah membuat ia terdiam dan menatap ke cermin, seakan tidak percaya apa yang telah terjadi..
Dori hanya terdiam membisu sambil menatap seorang wanita yang masih terlelap tidur di kasurnya....
Dori pun segera mandi untuk membersihkan tubuhnya. selesai mandi ia. memakai tank top dan hot pant saja. karena hanya dirumah...
lalu wanita itu terbangun... "sudah pagi ya" ucapnya.
ternyata Dori menunggu ia bangun. Dori duduk di atas kasur sambil menatap dari tadi.
"eh..kamu sudah bangun toh" ucap Dinda.
"nyenyak bener tidurnya bu" kata Dori.
Dindan pun berkata " lah kita itu pulang jam 3 pagi ya, sampe rumah mu jam 5 pagi, cape lah, ditambah harus bantu jalan kamu lagi, kalau minum itu gag usah sok kuat " ujar Dinda
Dinda pun ber anjak dari tempat tidur dan ia langsung menuju kamar mandi itu mencuci mukannya dan membersihkan tubuhnya.
setelah ia selesai. Dori berkata " pakai ini ya, seperti nya pas, untuk kamu"
"terima kasih, ternyata koleksi mu banyak juga" ucap Dinda.
"ia banyak, lumayan, habis itu kita sarapan" kata Dori
setelah Dinda mengganti pakainnya, ia dan Dori ke meja makan.
"rajin juga ya kamu, udah nyiapin sarapan"ucap Dinda
"biasa ini mah..,soalnya aku hidup sendiri, meski keuangan tiap bulan ada yang mengirim" jawab Dori.
setelah selesai makan mereka berdua berbincang-bincang. "namamu siapa tadi, Dinda ya,?"
ujar Dori. "ia nama ku Dinda, aku ini teman dekatnya Dani" ucap Dinda.
"oh..., kamu udah kenal Dani ya, kok kamu sih din yang antar aku..?" kata Dori.
"habis kamu mau ajh dimanfaatin sama dia, mobil mu kemana sekarang, Doni itu cuma mau uang mu saja" ucap Dinda.
"aku tau kok din, mana ada yang tulus mau sama aku, ia kan, pasti ada sesuatu, mobil ku itu sudah banyak ilang kok, ini yang ke sekian kalinya, tapi tenang ajh, besok orang nya sudah di bui kok, heheheh" ucap Dori sambil tertawa.
" kamu bisa jadi seperti ini, kenapa Dor, kamu itu tampan lo, pasti banyak wanita yang mau sama kamu, tapi kalau gini gak salah juga sih..pilihan mu sendiri. nyaman kamu gimana" ucap Dinda sambil bertanya ke Dori.
"sebentar ya, masa kita ngobrol gini gak ada minum seret ya kan, wait.." Dori menghentikan pembicaraan sejenak dan ia mengambil sebuah minuman di lemari pendingin..
"Nah ini gak apa-apa kan, biar aku sedikit bisa bicara banyak, kalau kamu mau tau kenapa.."
ucap Dori..
ternyata minuman itu sebuah minuman beralkohol taoi dengan dosis sedang .. .
sambil menikmati minum mereka pun melanjutkan pembicaraan tadi.
"dasar kamu ya, pagi-pagi gini udah minum, haduh" ucap Dinda.
"gak apa kali, cuma kita bedua ini, kalau aku aneh-aneh kan sama kamu, hahaha" kata Dori sambil tertawa....
Dinda pun menunggu penjelasan dari Dori..
"gini ya Din, ini mungkin kamu saja yang tau, aku seperti awalnya karna kedua orang tua ku broken, lalu aku memilih hidup sendiri, tanpa kasih sayang, aku pun merubah diri ku menjadi seperti ini, awalnya ya tidak nyaman, pakai seperti ini, bertingkah laku seperti ini. tapi lama kelamaan aku terbiasa, sampai aku ikut kumpulan itu. disanalah aku memberanikan diri, untuk berhubungan sesama jenis, ya sebenarnya aku masih suka dengan wanita, tapi apa ia ada wanita yang mau sama aku" Dori menjawab..
"jadi intinya kamu butuh perhatian ya, terutama dari kedua orang tua mu, kamu bisa kok merubahnya perlahan, meskipun ya butuh proses dor" ucap Dinda meyakinkan Dori....
"tapi aku sudah nyaman din, seperti ini, enak ajh, jadi aku bebas, mau ngapain ajh" ucap Dori
Dori setengah sadar, karena dia banyak minum..
tiba tiba Dori berkata "Din kamu cantik ya, apa ia kamu bisa terima aku yang seperti ini, tapi aku takut, setelah dari sini kamu menghilang, karena aku berkata seperti ini,"
didalam benak Dinda " aku mau Dor, tapi kamu harus merubah semuanya" sambil tersenyum ke Dori.....
perkataan Dori pun mulai banyak dan ia meluapkan segalanya di hadapan Dinda, " aku benci diriku sendiri, semua karna orang tua ku yang tidak pernah mengerti, aku ini anaknya, mana perhatian mereka, apakah dengan uang aku bisa bahagia, lebih baik aku hidup biasa dan sederhana, dari pada hidup dengan segala seuatu terpenuhi tapi aku tidak bahagia " sambil meneteskan air mata Dori pun tidak sadar langsung memeluk Dinda...
"maaf ya din, kamu jadi mendengar kan semuanya, walaupun kita baru bertemu, tapi aku nyaman dengan kamu" ucap Dori ke Dinda.
dan akhirnya mereka berdua pun...........