Aku membuka kedua mataku ketika alarm yang sengaja kupasang di tengah malam berbunyi. Aku sengaja melakukan hal itu karena aku memang berencana untuk melakukan sesuatu pada malam ini. Yang pertama aku mencoba untuk menyadarkan diri dari rasa kantukku terlebih dulu, sebelum kemudian beralih bangkit untuk bersiap.
Hanya dengan hoodie kebesaran berwarna hitam sekaligus celana serba hitam seperti biasanya, tidak lupa dengan ear phone yang biasa kugunakan, aku telah siap untuk melangkah pergi. Aku bergerak menuju jendela kamar dan membukanya dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara berisik.
Kulihat jendela kamar Hellen telah tertutup rapat seperti biasa. Aku lalu naik ke jendela dan bergelantungan di sana sembari menutup kembali jendela tersebut. Setelah memastikan jendela tertutup rapa