Aku meraih botol minuman yang baru saja kubeli dari toko sebelah dan membawanya menuju ke tempat Hellen berada. Gadis itu menunggu bersama dengan yang lain. Setelah penyerangan monster itu, kami segera bergerak melanjutkan perjalanan dan menjauhi tempat tersebut demi keselamatan karena kami juga takut monster itu akan kembali datang ke tempat yang sama.
Dalam perjalananku yang tidak begitu jauh lagi, aku bisa melihat Hellen yang kini tengah duduk di bangku kosong, cukup menjauh dari teman-teman kami yang lain. Gadis itu masih terlihat pucat, namun aku merasa lega melihat wajah pucatnya tidak seburuk tadi.
Aku sendiri juga merasa lebih baik dari sebelumnya. Dengung yang kudengar sedari tadi sudah tidak sekuat sebelumnya. Meski masih meninggalkan perasaan tidak enak, namun aku masi