fang yin tersadar setelah yang ia ingat ia terjatuh kedalam air karna kejaran genk aneh yang tiba-tiba muncul. sekarang kepalanya berasa sangat pening di tambah ia seperti hanyut dalam mimpi, dalam ingatan aneh itu ia memegang pedang dan banyak orang di depannya yang tunduk di hadapannya "tentara bayangan, pedang kaca,peperangan" ingatan itu semua tiba-tiba melekat di kepala fang yin hingga membuat kepalanya terasa begitu berat
"noona, nona sudah sadar" kata perempuan berbaju kuno yang berdiri di sebelahnya dengan bahagia saking bahagianya mungkin dia bahkan seperti akan melompat dari jendela
Udara yang segar terhirup dari kedua lubang hidung fan yin, hawa yang sejuk, bahkan suasananya begitu hening, tidak ada suara bising kendaraan yang berlalu.
Perlahan fang yin membuka matanya, ia memegang kepalanya yang terasa berat dan melihat perempuan berbaju kuno yang antusias melihatnya bangun
Fang yin menaikkan satu alisnya "siapa dia?" Batin fang yin
"Noona Zhao Tian Zhi anda sudah sadar, anda jatuh pingsan karena anak panah beracun yang mengenai lengan Anda" kata perempuan yang terlihat seperti pelayan menjelaskan tanpa diminta karena melihat raut wajah majikannya yang tampak bingung
"Tian Zhi?" Kata fang yin
Raut wajah yang senang itu tiba-tiba berubah muram,
"Apakah ada yang salah Noona? Ada apa? Noona Zhao Tian Zhi?" Kata pelayan itu hati-hati
Fang yin melihat sekelilingnya ia tampak heran dengan apa yang ia kenakan, baju yang ia kenakan pun bukan baju biasa, ini seperti pakaian zaman kuno. Ia menyadari sesuatu terjadi dengan dirinya
"Mendekat" kata fang yin menyuruh perempuan itu mendekat
"Siapa kamu?kenapa saya disini?" Bisik fang yin
Pelayan itu terperangah,
"Noona, apa kau kehilangan ingatan?"
Fang yin terdiam, oh tidak, dia tidak percaya dengan apa yang ia alami, perjalanan waktu? Itu adalah sesuatu yang mustahil. Ia hanya suka membaca cerita tentang itu, tapi ia tidak menyangka akan melaluinya
"Apa aku bermimpi?" Tanya fang yin yang dikenal dengan Tian Zhi di kehidupan ini
"Noona, anda tidak bermimpi saya pelayan yu ri yang melayani anda sejak lama dan Noona adalah putri kedua perdana Mentri zhou,. Zhou hu jin" jelas pelayan itu menjelaskan agar majikannya mengingat minimal dirinya dan keluarganya
"Arghh" fang yin merasakan sakit saat ia menggerakkan tangannya. Ia melihat tangannya yang terbalut kalin putih dengan sangat rapih
"Noona, saya akan memanggil tabib"
"Tidak perlu, saya baik baik saja, cukup ceritakan apa yang saya tidak ketahui" kata fang yin
Kenapa dirinya tertarik ke masa kuno? Apakah dia bangkit dari kematian tetapi jasadnya salah arah malah kembali ke masa kuno? Fang yin yakin ada yang aneh saat ia bangun di masa yang berbeda.
"Noona, untungnya racun belum menyebar dan tabib Shu telah memberikan penawar yang tepat sehingga racun dapat teratasi dengan cepat" ujar pelayang Yuri sangat bersyukur
zhou Tian Zhi, ya aku adalah zhou Tian Zhi di kehidupan ini.
Dinasti Hua
Di istana kerajaan, banyak pejabat yang berkumpul di aula untuk menyambut kedatangan putra mahkota dari perbatasan untuk menjaga perdamaian dua kerajaan
"Yang mulia putra mahkota Li memasuki ruangan"
Hawa dingin menusuk keseisi ruangan, tidak ada yang berani menatap wajah putra mahkota secra terang terangan. Putra mahkota yang sangat di hormati dan di takuti karena sikap dingin dan kejamnya. Putra mahkota dengan beribu-ribu tentara bayangan membuat seluruh penjuru bergidik ngeri jika mendengar kisah tentang putra mahkota.
"Putra mahkota memberi salam kepada yang mulia kaisar, semoga berumur panjang" putra mahkota sedikit membungkukkan badannya untuk memberi salam kepada ayahnya yang juga pemimpin negara
"En"
"Putra mahkota telah menjalankan tugas dengan baik dan kembali ke istana. Kasim Tang,." Kaisar memuji putra mahkota dan meminta Kasim tang membacakan titah nya
Kasim tang berjalan kedepan dan membuka lembaran kertas dengan ukiran yang indah dan membacanya
"Putra mahkota Li Wei Quo yang berbudi luhur akan menikah dengan putri ke dua perdana Mentri Zhou, Zhou Tian Zhi dan akan dilangsungkan 5 hari kedepan"
Perdana Mentri Zhou terlihat terkejut, pasalnya putri keduanya saat ini sedang tertimpa musibah. Pangeran mahkota menerima dekret itu tanpa penolakan.
Disisi lain, Tian Zhi yang baru sadar sangat terkejut karena mendapat titah kaisar untuk menikah dengan putra mahkota
"Menikah? Putra mahkota?" Tian Zhi terngaga tidak percaya, musibah ini bagaikan terjatuh tertimpa tangga pula.
"Yu ri, bisakah kamu menceritakan kepadaku bagaimana sosok putra mahkota?" Kata Tian Zhi
Yu ri dengan wajah ketakutan memberanikan diri menceritakan sosok putra mahkota
"No-nonaa, putra mahkota terkenal dengan sikapnya yang dingin dan kejam, bahkan tidak ada yang berani melihat langsung wajahnya, putra mahkota memiliki ribuan tentara bayangan sehingga di takuti semua orang. Saya sangat tidak menginginkan hal ini nona" jelas Yuri pelayan Tian Zhi
"Apa maksudmu?" Tanya Tian Zhi
"Noona, anda pernah meminta perdana Menteri Wang agar tidak berurusan dengan keluarga kerajaan, karena anda sangat membencinya" kata yu ri
"Yuri, apa kamu mengatakan aku masuk kedalam kandang buaya dalam bahasa halus?" Kata tian Zhi meluruskan ucapan pelayannya
"Saya tidak berani berkata demikian Noona" jawabnya menundukkan kepala
Perdana menteri zhou sebenarnya sangat tidak ingin melepas putrinya masuk ke dalam kerajaan. Ia tidak ingin putrinya masuk ke dalam dunia politik, apalagi ia sangat takut putrinya melangkah di jalan yang salah.
Perdana menteri Zhou setelah menyelesaikan urusannya di kerajaan ia segera kembali ke kediamannya dan menemui putri ke dua nya
"Putriku, maafkan ayah yang tidak bisa memenuhi keinginanmu dulu" kata perdana menteri Wang dengan penyesalan
Tian Zhi diam mendengar dan melihat ayahnya yang tampak sedih akan mengirim anaknya ke kerajaan
"Ayahh, tidak apa-apa itu sudah menjadi perintah dan saya juga tidak bisa menolak" kata Tian zhi
Ayahnya, perdana menteri Zhou terlihat sangat heran dengan putrinya. Putrinya biasanya akan meluapkan amarahnya apabila keinginan gigihnya tidak terwujud, tapi ia malah bersikap sopan seperti tidak ada beban sama sekali
Bukankah kita hanya harus menjalani hidup dengan baik? Fikir Tian zhi
"Tian Zhi, apakah ada yang salah denganmu?" Tanya ayahnya hati-hati dengan kekhawatiran
"Hanya lenganku yang terluka, tapi aku baik-baik saja" jawab Tian Zhi dengan nadanya yang rendah dan sopan
"aku khawatir, kepala mu juga terluka" kata perdana Mentri Zhou penuh kekhawatiran
"ayah, mungkin ayah lelah, bukankah sebaiknya ayah beristirahat?" Tian Zhi
"oh,.. benar mungkin hari ini aku banyak kegiatan sehingga fikiranku tidak stabil, putriku, istirahat lah yang banyak agar keadaanmu pulih, aku akan kembali ke kamar" kata perdana Mentri Zhou yang hendak meninggalkan kamar Tian Zhi
Tian Zhi tersenyum
"baik ayah"
istana xui, kediaman putra mahkota. tampak laki-laki berparas tampan tak tersentuh itu berkutat dengan kertas kertas yang ada di meja baca putra mahkota
"sudahkah kamu mencari tau siapa sebenarnya Zhou Tian Zhi?" tanya putra mahkota kepada pengawal pribadinya Zhan beiye
"yang mulia, Zhou Tian Zhi putri ke dua perdana Mentri Zhou, kakak perempuannya Zhou Tian Ran telah menikah dengan Qi Zhen pemilik bisnis sutra, di rumah itu hanya ada perdana Mentri Zhou, nona Tian Zhi dan pelayan-pelayan nya, mereka tidak ada hubungannya dengan musuh saya sudah memastikan baik-baik, dan jugaa,.. nona Tian Zhi pemilik pedang kaca" jelas beiye pengawal pribadi putra mahkota
"pedang kaca,.."
bersambung