Darren berjalan dengan langkah sedikit cepat, matanya menyipit tajam seperti tengah membuntuti langkah seseorang yang terasa familiar baginya.
Saat jarak mereka mulai dekat, Darren pun memaksa tubuh gadis dihadapannya untuk berbalik ke arahnya.
"Alvin"
"Darren" ucap mereka bersamaan.
Alvin tertunduk dan tampak ingin menghindar. Namun tangannya buru-buru dicekal oleh Darren. Hingga mata mereka saling bertemu.
"Kau selalu menghindariku Al. Saat kau mengalami koma, kau menghilang 3 tahun dan terakhir kita juga bertemu 2 tahun yang lalu dengan kepergianmu tanpa pamit padaku" ucap Darren dengan sorot mata penuh kerinduan namun sarat akan kekecewaan yang dalam.
Ia menyentakkan tangan Alvin dengan sekali hentakan dan langsung menabrak d**a bidangnya. "Tapi kali ini kau membuatku terkejut dengan sebuah cincin yang melingkar manis di jari mungil ini" lanjutnya dengan mengusap cincin itu dengan lembut.
"Siapa yang berani merebutmu dariku?" tanya Darren dengan sedikit menggeram marah.
Alvin diam tak ingin menjawab sama sekai. Ia justru menggerakkan badannya memberontak untuk bisa lepas dari pelukan Darren.
"Alvin" panggil seseorang seperti sedang tengah mencarinya. Darren dan Alvin menoleh ke arah sumber suara. Namun mulut Alvin dibungkam oleh Darren agar tak bisa bersuara. Tubuhnya yang sedang dipeluk oleh Darren. Membuat pria itu tak bisa melihat keberadaan Alvin.
Setelah pria itu cukup jauh. Darren melepaskan tangannya dan pelukannya pada Alvin.
"Itu tunanganmu?" . Alvin hampir melompat kaget saat aroma maskulin bercampur mint persis berada di sampingnya, sangat dekat
hingga Alvin tak sadar tengah menahan nafas.
"Bernafaslah, Al" titah Darren. Alvin mengikuti perintah pria itu.
"Mau bermain game denganku?" ajak Darren dengan tersenyum misterius.
"Darren aku..."
"Aku tidak menerima penolakan, Alvin.." bisiknya. Ia terus bernafas di bagian belakang tengkup Alvin hingga Alvin kegelian.
"Permainan apa" tanya Alvin.
"Jika kau menang, aku akan menghilang darimu". Alvin terlihat senang saat Darren mengatakan itu.
"Tapi jika aku menang, kau harus menikah denganku.".
Mulut Alvin langsung dibungkam oleh ciuman cepat dan kasar oleh Darren.
"Aku ingin kau kembali Alvin, walaupun aku harus mengikatmu dengan cara licik sekalipun" .