Dengan langkah tergesa, Alta di bantu dengan Cleon membopong tubuh Alchra yang sudah bermandikan darah dengan dua luka yang sudah di belit oleh kain memasuki pack house. Sesaat setelah mereka masuk, para dokter dengan segera menyambut mereka dan membawa mereka masuk ke dalam kamar tamu yang berada di lantai satu untuk segera di lakukannya tindak pertolongan pada Alchra.
"Segera obati dia! Dia terkena racun wolfsbone yang di oleskan pada panah dan pedang itu!"ucap Alta mengintruksi para dokter sembari menunjukkan kedua benda yang tengah di bawa oleh Bryan kepada para dokter yang bertugas.
"Baik pangeran. Pertama-tama silahkan anda menunggu di luar terlebih dahulu agar kami bisa menangani King dengan baik,"ucap seorang dokter paruh baya yang sudah lama menjadi dokter utama di sini.
"Ku serahkan kakak ku padamu,"ucap Alta sebelum pergi dari ruangan itu dengan di ikuti oleh Cleon dan Bryan tepat di belakangnya.
Sesaat setelah mereka keluar dari kamar tempat para dokter menangani Alchra, mereka di sambut dengan kehadiran Cathrine dan Alex yang sudah berdiri dengan raut wajah khawatir menatap ketiga pria di depannya.
"Gimana keadaan kakak kamu Alta?"tanya Cathrine penuh dengan rasa khawatir mana kala dirinya dan sang suami tengah berada di luar, tiba-tiba saja salah satu pengawal yang menemani mereka melaporkan jika anak tertua mereka tengah terluka parah akibat dari insiden p*********n yang terjadi.
"Moon tenang saja. Alchra memiliki kekuatan Moon di dalam tubuhnya. Aku yakin Alchra akan baik-baik saja Moon,"tenang Alta sembari mendekati sang ibu yang kini sudah sedikit tenang ketika mendengar uca[an sang anak bungsu.
"Kenapa dia bisa seperti ini?"tanya Alex yang kini tatapannya mengarah kepada keponakan sekaligus orang kepercayaan sang anak dengan tatapan penuh meminta penjelasan.
"Tadi ketika kami tengah membicarakan suatu hal, tiba-tiba saja terdapat salah satu pengawal yang datang dengan kondisi luka parah. Dari dia kami mendapatkan laporan tentang insiden p*********n yang terjadi di daerah perbatasan timur oleh sekelompok pasukan vampir yang saat ini sedang kami cari tahu asal dari pasukan itu. Disana kami bertarung hingga tiba-tiba saya mendengarkan suara teriakan pangeran dan beberapa warrior kami dan mendapati yang mulia dalam kondisi terluka dengan anak panah menancap di bahu belakangnya dan pedang yang menancap di bagian perutnya,"jelas Cleon penuh dengan rasa hormat kepada sang paman sekaligus mantan rajanya yang kini sudah menjabat sebagai salah satu tetua di dalam pack miliknya.
"Alta!"kali ini Alex beralih menatap Alta yang tampak tengah berusaha menenangkan sang ibu yang tampak diam menangis ketika mendengar keadaan sang putra.
"Tadi ketika dalam situasi itu, aku sempat berulang kali meneriaki nama Alchra untuk segera menyingkir dari panahan itu tapi aku sama sekali tidak mendapatkan respon darinya sampai hal itu terjadi. Dia tampak kurang fokus ketika p*********n itu terjadi. Aku sama sekali gak tau di mana letak pikirannya sampai-sampai dia dengan bodohnya melukai dirinya sendiri di dalam perkelahian itu!"jelas Alta yang tampak kesal sekaligus bingung ketika menjelaskan apa yang terjadi kepada sang ayah.
"Dia sudah seperti itu sejak kurang lebih seminggu yang lalu. Aku berkali-kali menanyakan tentang alasannya tidak fokus tapi berkali-kali juga dia menolak untuk menjelaskannya."lanjutnya yang kali ini tampak memandang pintu yang tertutup rapat itu dengan pandangan kesal sekaliguskhawatir.
"Apa yang terjadi seminggu yang lalu? Seingat Dad dia hanya pergi untuk membahas pekerjaannya saja bukan?"kali ini Alex tampak bertanya pada dirinya sendiri sembari mengingat-ingat kejadian seminggu yang lalu yang sekiranya dapat merubah kondisi anaknya.
"Sebenarnya ketika kami hendak pergi dari tempat pertemuan, yang mulia tampak terganggu dengan sesuatu yang saya sendiri tidak tahu apa hal yang sekiranya mampu mengganggu yang mulia saat itu."kali ini Cleon tampak menanggapi pertanyaan yang di ajukan oleh sang paman dengan nada yang ia sendiripun tampak tak yakin akan hal itu.
Sesaat sebelum Alex kembali melontarkan pertanyaan, pintu ruangan Alchra terbuka yang menampilkan dokter yang tadi menginstruksi Alta untuk keluar dari ruangan tempat Alchra terbaring lemah di dalamnya.
"Bagaimana Jim keadaannya?"tanya Cathrine yang tampak begitu kacau sembari tetap berada dalam dekapan sang suami.
"Untuk saat ini kami telah memberinya penawar dan juga telah memberinya donor darah. Saat ini para dokter lainnya tengah menangani luka yang terdapat di bahu bagian belakang yang mulia dan juga bagian perut. Untungnya racun itu belum sampai pada tulang dan beberapa organ penting seperti jantung dan paru-paru. Dan karena dosis racun yang cukup banyak dalam tubuhnya, kemungkinan untuk yang mulia bisa sadar dalam waktu dekat sangatlah kecil dan jika malam ini yang mulia tidak bisa melewati masa kritisnya maka kemungkinan untuk yang mulia jatuh ke dalam kondisi vegetatif sangatlah tinggi,"jelas Jim, dokter yang menangani Alchra dengan nada yang sangat hati-hati.
Hancur sudah semua pikiran positif yang berusaha Alta dan yang lainnya bangun manakala mendengar diagnosa yang di berikan oleh dokter yang menangani Alchra. Tangis histeris pun tak dapat dipungkiri dari Cathrine yang kini sudah jatuh terduduk dengan Alex yang masih dengan setia berusaha menenangkannya.
"Alchra anak kita Alex!"raung Cathrine sembari mencengkram lengan Alex yang tengah memeluknya.
"Lakukan yang terbaik! Jika perlu panggil Louis kemari untuk menanganinya!"perintah Alex dengan nada yang terdengar begitu dingin kepada Cleon yang kini tengah berdiri mematung sembari menatap pintu ruangan dimana Alchra tengah di rawat dengan pandangan kosong. "Baik!"jawab Cleon setelah beberapa saat tersentak akan perintah dari Alex.
"Bryan! Jangan biarkan kabar ini menyebar luas! Dan segera lakukan interogasi menyeluruh tentang siapa dalang di balik p*********n tadi!"lanjut Alex memberi perintah kepada Bryan yang dengan segera di jawab dengan penuh ketegasan. "Baik!"
***
Disisi lain, Lea tampak tengah berjalalan menuju apartment nya dengan langkah yang tampak lesu mana kala dirinya harus diingatkan dengan kejadian tadi siang yang terjadi di atas rooftop perusahaan tempat dirinya bekerja.
'Ava, apa yang harus ku lakukan dengan masalah ini?'monolog batin Lea sembari terus berjalan memasuki gedung tempat dirinya selama ini tinggal.
Dirinya terus berjalan dengan pikiran yang tampak tak berada di tempatnya hingga tepukan dari Andrew mampu menyentaknya kembali ke alam sadarnya.
"What's wrong with you? Dari tadi di panggilin gak nyahut-nyahut! Kamu gak papa Lea?"tanya Andrew yang tampak sangat khawatir dengan kondisi Lea.
"Andrew! Bikin kaget aja! Aku gak papa kok cuman lagi banyak kerjaan aja. Oh iya, ngapain kesini? Tumben-tumbenan kamu mau main kesini,"tanya Lea yang tampak sangat heran dengan kehadiran sahabatnya itu di area apatment tempat dirinya tinggal.
"Oh! Itu si Jhoanna katanya minta kumpul di rumahmu. Masa kamu gak tahu? Draksie sama Tracy aja udah di atas katanya,"jawab Andrew yang semakin menambah kebingungan pada Lea lantaran dirinya sama sekali tidak mengetahui niatan dari sahabatnya itu.
"Aku sama sekali gak tahu menahu soal rencana Jhoanna!"jawab Lea pada Andrew yang kini tampak mengerti arti dari kebingungan yang terpancar dari wajah Lea.
"Mending kita langsung ke tempatmu saja,"aja Andrew pada Lea sembari berjalan menuju lift berada.