Drrrttt...! Drrrttt...!
Zayyan mematikan alarm HP dan meliriknya. Tampak wajah senyum istrinya di sana. Lalu ia lirik angka di pojok kiri Hp. Sambil beristighfar ia langsung bangun.
Beberapa menit lagi waktu Subuh. Segera ia bangkit dan melangkah gontai ke kamar mandi, tidak lupa ia tarik handuk di jemuran kecil di samping pintu kamar mandi yang telah disampirkan oleh istrinya.
Beberapa saat kemudian ia sudah selesai mandi dan berganti dengan pakaian shalatnya. Di atas tempat tidur istrinya masih terlelap. Zayyan memaklumi keterlambatan sang istri, itu semua karena ulahnya sendiri yang merasa tak cukup puas satu kali ibadah sehingga tadi malam ia meminta lebih.
"Sayang...!" panggilnya sepelan mungkin. Tetapi pujaan hatinya tak bergerak sama sekali.
Sekali lagi ia memanggil, tapi k