Young Eun menarik napas dalam-dalam. Perasaannya semakin gugup saat kedua kakinya keluar sepenuhnya dari dalam lift. Hal pertama yang menyambutnya adalah sebuah lorong koridor panjang. Young Eun meremas tali tas tangannya dengan erat, berharap perasaan gugup luar biasa yang menghampirinya saat ini perlahan lenyap ketika kedua kakinya sudah berdiri di depan pintu ruangan Presdir Sujin grup tersebut. Seorang pria paruh baya keluar dari ruangan tersebut, dia menyapa Young Eun dengan sopan.
“Presdir sudah menunggu di dalam,” ujar Young Woon memberitahu Young Eun. Dia membukakan pintu ruangan Byung Joo dan mempersilahkan perempuan itu masuk ke dalam.
Young Eun semakin gugup saat kedua kakinya masuk ke dalam kantor dengan interior mewah tersebut. Dia benar-benar merasa asing dan sangat gugup d