Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Fihar Tanti
Kisah ini berawal dari ketika aku putus "yank kita putus saja, aku tidak cinta sama kamu" akhirnya aku jomblo dengan iseng aku membuka social media untuk berkenalan dengan wanita, waktu itu mulai dari chatting semua wanita di sosial media tapi tak ada satupun yang membalasnya, akhirnya ada satu wanita yang respon dan aku mulai berkenalan hingga aku ajak bermain, layaknya kami pacaran, kisah kami indah seperti dunia milik berdua yang lain ngontrak, bahkan ibuku sangat mendukung, dan sepertinya ibuku sayang dengan wanita yang saat ini menjadi istriku yang bermula berkenalan melalui sosial media, kamipun akhirnya menikah, pada saat istriku hamil, dia resign kerja, sebelumnya istriku bekerja di salah satu bank swasta di Indonesia, karena hamil dia memilih untuk resign kerja demi menjaga kandungannya. Setelah istriku resign kerja ibuku berubah drastis, awalnya aku sangat tidak percaya apa yang istriku katakan namun perlahan, saya melihat perlakuan ibuku yang sangat tidak aku duga, dia melakukan semena-mena dengan istriku ketika aku sudah berangkat kerja, karena aku tinggal bersama istri dan ibuku tapi ketika aku pulang kerja, ibuku memperlakukan istriku layaknya menantu idaman, aku dengar dari kakakku, kakakkulah yang selalu menguatkan istriku tapi aku masih agak sedikit ragu, lalu aku mencari tahu sendiri, suatu ketika aku melihat cincin pernikahan istriku yang agak berbeda, lalu dengan sigap aku cek dan izin ke istriku untuk pinjam cincin sebentar, kemudian aku pergi dengan buru-buru mencari toko emas, setelah di cek ternyata cincin itu bukan emas melainkan imitasi dengan harga yang sangat murah, padahal waktu pernikahan aku memberi istriku cincin mahal beli di toko emas tersohor karena hasil dari tabunganku bekerja, lalu aku pulang mencari istriku, sampai dirumah, syukurlah ibuku sudah pergi dia katanya mau kondangan, tinggal aku dan istriku. Lalu aku tanya "ini bukan cincin pernikahan kita.kan? " lalu istriku menjawab "maaf suamiku, aku terpaksa berbohong sama kamu, cincin pernikahan kita diambil ibu, dijual oleh ibu untuk acara arisannya dengan teman-temannya, dan aku diancam kalau sampai kamu tahu, ibu bakal cari cara untuk menceraikan aku dan kamu, di sisi lain perutku sudah membesar aku tidak tega melihat anak.ku tanpa seorang ayah, biarlah aku seperti ini aku akan tetap bertahan demi anak dikandunganku, terserah ibu mau memperlakukan aku seperti apa, tapi aku masih bersyukur ada kakakmu, mba Aila yang selalu menjagaku, melindungiku, tapi kadang kalau mba Aila sudah pulang kerumahnya, aku seperti di neraka, aku cuma bisa pasrah tidak mungkin aku pergi keluar rumah cari uang buat ibumu dengan keadaan hamil besar pasti tidak akan ada perusahaan yang menerima wanita hamil besar untuk menjadi karyawan barunya. Ibu selalu minta uang padaku, bahkan uang bulanan dari kamu diambil ibumu semua, dan termasuk cincin pernikahan kita untuk gaya hidupnya". Disitu aku terdiam dan sebagai seorang anak aku harus menafkahi ibuku karena aku juga tidak ingin menjadi anak durhaka, namun aku juga bertanggungjawab untuk istriku. Akhirnya aku berusaha kerja lebih giat agar aku bisa membuat istriku nyaman denganku, dengan aku sewakan kontrakan untuk tinggal aku dan istriku, namun aku juga tidak lupa memberi uang juga ke ibu dan menfakahinya sebagai seorang anak. Dan istriku sekarang lebih tenang hidup sederhana di kontrakan terpisah dengan ibuku. ic_default
Karena kamu suka Pernikahan, mungkin kamu suka ini juga:
Pernikahan