Namaku Roni umurku 29tahun aku bekerja disalah satu perusahaan yang terletak di Jakarta pst, aku termasuk karyawan yang loyal dan berprestasi, aku team leader salah satu divisi, aku memimpin bawahanku untuk semua tugas dikantor, penampilanku cukup menarik tinggi badanku 180cm, berat tubuhku 72kg, ya bisa dibilang bentuk tubuhku cukup proporsional, banyak yang bilang kepadaku, kenapa aku tidak menjadi model ataupun artis aja karena dari segi wajahpun aku tidak kalah tampan dengan artis2 sinetron yang bertampang belasteran. kadang aku hanya tertawa setelah mendengar guyonan para teman kerja ku, tapi menurutku aku bukan orang yang bisa berakting layaknya seperti pemain'sinetron itu.
Aku sudah beristri, istriku bernama nita kami pengantin lama rasa pengantin baru, usia pernikahan kami sudah hampir 7tahun, bisa dibilang kami menikah muda diumur 20tahun, saya dan istriku teman 1 kampus, kami memutuskan menikah karena pada saat itu bapak istriku yang sudah sakit sakitan berharap agar aku bisa menjaga putrinya setelah beliau meninggal. Pernikahan kami cukup terbilang sudah matang, tapi kami berdua belum dikaruniai anak. Istriku juga seorang pekerja, bedanya dia bekerja didunia Retail, Dia manager perusahaanyab ternama disalah satu mall elite yang terletak di bagian pusat Jakarta. Aku bersyukur, memiliki istri yang manis manja seperti dia, pintar dan sangat penyabar, menurutku segala tentangnya sempurna. Itu sebelum aku tergoda oleh salah satu rekan kerjaku, namanya Indah, seperti namanya dia juga indah dipandang, ya walaupun tidak secantik istriku, tapi indah begitu manis dan tipe orang yang supel, sama sepertiku dia juga bersuami, bedanya mereka sudah dikaruniai seorang anak wanita yang berumur 3 th, usia indah terpaut 3tahun lebih muda dari saya
Pak roni ini berkasnya sudah saya taro dimeja bapak" ucap Adit sambil berjalan menghampiriku yang baru keluar dari toilet.
"yoi! thanks dit, sory ya saya minta cepet berkasnya dikelarin soalnya itu bakal jadi bahan meeting sore ini" sambungku santai.
" iya enggak apa-apa pak bos semoga disetujuin ya ide kita sama bos aaamiin
"iya semoga,,,yaudah, saya duluan ya" sambungku sambil berlalu pergi.
"yoi pak"
Adit salah satu rekan kerja 1 tim ku, dia laki laki yang supel dan santai, pekerjaannyapun selalu sesuai dengan yang aku harapkan, bisa dibilang dia orang yang paling klop bagiku untuk dijadikan partner kerja.
Aku harus segera menyimpulkan materi meeting sebelum pertemuan, agar lebih mudah ketika presentasi didepan bos dan tim lain.
Pak roni, ini berkas yang kamu minta" ucap indah sambil meletakkan tumpukan kertas penting itu dimeja ku.
"thanks ya ndah!" ucapku singkat tetap fokus mengetik dikomputer.
"serius banget sih ngetiknya" ucapnya sambil menyentuh bagian belakang pundakku "sini indah bantuin" sambungnya lagi sambil menundukkan kepalanya menyamakan kepalaku yang saat ini posisiku sedang duduk. alhasil wajahnya sangat dekat disamping wajahku, aku kadang bingung harus merespon seperti apa.
"dikit lagi kelar kok ndah" balas ku sambil tersenyum dan menatap wajahnya, dia juga membalas senyum misterius, aku sempat berfikir, apa dia selalu sedekat ini dengan karyawan yang lain.
"oh udah mao kelar, yaudah deh indah pergi, kayaknya bapak roni gak mauu diganggu" ucapnya yang terdengar sedikit merajuk, dan berlalu pergi.
Ah astaga Lagi lagi aku bingung harus merespon seperti apa, bukan kegeeran atau merasa sepertinya indah selalu meninggalkan sedikit kesan yang membuat jantungku tiba tiba berdebar, rasanya seperti dia sengaja menggodaku. Ini bukan pertama kalinya dia berkontak fisik seperti itu, kadang jika kami berpapasan dan berada dalam 1 lift, dia tidak segan berdiri tepat diamping ku sampai tidak sengaja sikuku menyentuh bagian tubuhnya yang empuk itu, karena posisinya yang hampir seperti bersandar padaku. Awalnya aku merasa agak canggung dan tidak nyaman, tapi sepertinya semakin sering dia bersikap seperti itu, membuat jiwa laki-laki ku otomatis menerima dan membuatku menjadi terus menginginkannya.