Rintik hujan diluar membuat suasana rumah terasa adem dimana sekeluarga kumpul bersama yang biasa keluarga pak selamet lakukan saat jam makan malam. pak selamet. bu yati, serta 2 anaknya hendra dan hana.
“pak, apa mau di tambah nasinya? menawari suaminya pak selamet.
" tidak bu, cukup bpk sudah kenyang.
" kalian mau nambah tidak?
" tidak bu terimakasih. ucap kedua anaknya hendra dan hana secara persamaan.
pak selamat mantan kepala desa yang religius mereka sekeluarga sangat di hormati dan disenangi warga sekitar. pak selamet lebih memilih untuk jadi pembisnis. ibu yati hanya ibu rumah tangga, hana sedang berkuliah keguruan di universitas swasta dan dan hendra anak sulungnya lulusan universitas negeri ternama di ibukota. Bekerja menjadi guru agama di yayasan yang ia dirikan selama 5 thn kebelakang dan membatu pak selamet dalam bisnisnya juga.
selesai makan hendak meninggalkan meja makan dan kembali kamar tiba2 pak selamet membuka percakapan pada hendra
" hend... bagai mana kesibukan mu di sekolah? pak selamet menanyakan hendra
" ia pak lmaian agak sibuk karna kami sedang akan mempersiapkan mengikuti perlombaan tingkat kecamatan. ucap hendra. Mengurungkan niatnya untuk kekamar berbelok arah ke ruangan keluarga dan di ikuti pak selamat yang sudah menyelesaikan makannya.
" semoga lancar ia nakk! ucap pak selamet dengan sembari menepuk bahu hendra.
" aamiin ia pak, bantu doa semoga hendra bisa membangun dan memaju sekolah ini. ucap sembari tersenyum. yang diikuti juga senyum bu yati yg ikut bergabung dan duduk berama.
" ibu dan bapak selalu mendokanmu nak.. tapi toh jangan terlalu sibuk mengurus sekolah dan bisnis nak ibu juga mau di carikan mantu ia tidak pak?? ucap ibunya sembari tersenyum kepada suaminya.
mengingat hendra tak kunjung memperkenalkan pacar atau calon istrinya, mengingat hendra sudah berusia 27 tahun.
" sementara ini hendra sedang fokus mengurus bisnis dan sekolah bu.. jodohkan sudah ada yg ngatur bu.! ucapnya
" memang hend.. jodoh sudah ada yang mengatur tapi kan kita perlu menjemputnya. ucap ibunya.
apa perlu ibu dan bpk yg carikah?
" ah ibu apa siih! Jawabnya. Sambil berdiri ijin untuk masuk kekamar.
“Hendra masuk dulu pak bu, ada beberapa dokumen yang harus diselesaikan untuk besok.
kedua orang tuanya menatap dan menganggukan kepala mereka memberi tanda setuju.