Aku mundur. Ketakutan mulai merayapi d**a dan menusuk di dalam sana. Semua orang berlagat aneh. Padahal sebelumnya tidak ada yang terjadi. Semua berjalan seperti biasa. Mengapa tiba-tiba menjadi demikian?
Mereka yang entah sedang dirasuki apa itu, menatapku tanpa berkedip. Semuanya memajukan wajah, membuatku merinding ngeri. Tiba-tiba saja, kepalaku berputar, terasa berat sekali. Tak lama kemudian, semuanya terlihat memburam. Sampai ada suara-suara yang memanggil namaku berkali kali.
Gis!
Agis!
Istigfar, Gis!
Tiba-tiba, cahaya yang menyilaukan mata menghujani penglihatanku. Aku terpejam, tapi suara-suara itu masih saja terdengar berulang ulang sepeti sedang diputar tepat di telingaku. Sampai akhirnya cahaya yang menyilaukan mata itu meredup. Remang-remang ku mulai membuka mataku