Aku melihat mereka di sana. Berdiri di sebelah bale bambu, melambaikan tangan. Setelah memanggilku berkali-kali, dengan senyuman yang memgembang di wajah mereka. Kemudian, aku bergegas untuk menghampiri mereka dan mencoba berpamitan pada anak lelaki dengan penyu kecil di tangannya itu. Begitu aku berbalik dan hendak berpamitan padanya, anak itu sudah menghilang. Ia tak ada di sana. Mungkin ia pergi saat aku menoleh ke arah teman-temanku.
Tanpa pikir panjang, akhirnya aku berlari lari kecil ke bale bambu. Kulihat Dita membawa sebuah tupperware berwarna magenta berukuran kecil, dan sebuah keresek hitam yang ternyata berisikan mangga muda. Di dalam tupperware itu adalah sambalnya. Kuteriaki nama Nia yang sejak tadi belum keluar dari rumah. Biasanya, kalau soal rujak perujakan, Nia akan maju