Anehnya kampung ini adalah semua yang terjadi berlalu seakan akan tidak pernah terjadi. Semua kembali menjadi sesuatu yang tenang seakan segala situasi selalu baik baik saja. Hari ini kami menangis seakan akan dunia kami runtuh tak bersisa, lalu esok harinya, kami harus tertawa seakan akan kemarin hanyalah mimpi buruk yang harus dilupakan dengan segera.
Nia pernah berkata padaku kalau aku jangan pernah sekalipun membuat Nyai sakit hati. Entah apa maksud Nia saat itu berkata demikian. Bukankah memang sebaiknya kita tidak boleh membuat siapa pun sakit hati bukan? Tapi, sejak kematian Kang Enjang beberapa hari yang lalu, akhirnya aku tahu maksud dari ucapan Nia padaku saat itu.
“Sebenarnya ini bukan yang pertama, Gis.”
Kami tengah duduk di pinggiran pematang sawah. Pagi ini kami keluar d