“Apa ini ada hubungannya sama mimpi aku kemarin, ya?”
Hari ini, kami berkumpul lagi. Bukan sore hari seperti biasanya, tapi pagi saat kami sudah selesai dengan pekerjaan rumah kami masing masing. Setelah mendengar penjelasan Abah kemarin sore, rasanya aku tidak dapat memutuskan dan harus bertanya tentang pendapat mereka terlebih dahulu. Dan lagi, ceritaku tentang mimpi kemarin belum sempat kukatakan pada mereka.
“Memang kemaren teh kamu mimpi apa sih, Gis?”
“Kemarin kan kamu hendak cerita, tapi Abah memanggil. Jadi cerita kamu terpotong. Seingat saya begitu,” Rendi, anak yang bahasanya paling baku di antara kami juga turut bersuara setelah Teh Kinar bertanya.
Memang benar. Mimpi ini kualami sejak beberapa hari lalu. Mungkin bertepatan dengan hari pertama Dita mengalami hal yang jangga