Tiga tahun kemudian.
Mobil angkutan umum itu berhenti tepat di depan sebuah gapura selamat datang. Tidak banyak yang berubah. Semua masih terasa sama bahkan sampai ke udara yang menerpa wajah. Masih dingin dan terasa sunyi meskipun waktu sudah berlalu hingga aku tumbuh sebesar ini.
Aku mengenakan rok hitam selutut. Sepatu pentofel yang memiliki hak berbentuk tahu dengan tinggi sekitar tiga sentimeter turut menghiasi kakiku, selaras dengan pakaian yang aku kenakan. Sekarang ini, aku sudah menjadi seorang pegawai di salah satu perusahaan di kota. Kota yang sangat jauh. Jauh, sejauh aku ingin melarikan diri dari hal yang terjadi tiga tahun yang lalu.
Hari-hari yang kulalui sejak itu tidak lagi sama. Aku memang berhasil lari dari kenyataan, tapi pikiranku masih saja tertinggal di sini. A