Cinta seperti apakah yang diimpikan oleh setiap wanita? Bila cinta seindah sang rembulan, rindu yang bergejolak di dalam d**a, sebuah ucapan "selamat pagi dan jangan lupa makan" dari orang yang dicintai pun itu sudah lebih dari cukup. Lalu bagaimana dengan Annastasya Dalbert? Anna yang selalu bermimipi mempunyai keluarga kecil harmonis, sederhana dan bahagia tentunya. Justru menelan paksa pahitnya setiap mimpi buruk yang datang silih berganti. Hal yang berbalik arah dengan tujuan hidupnya kini harus ia terima. Apakah takdir Tuhan tak semulus yang diharapkan Anna? Atau rencana Tuhan-lah yang indah hingga waktunya? Pastinya, Tuhan punya rencana baik setiap hambanya.
Sosok pria dengan harta yang berlimpah, yang dimiliki Stevan Hans Wilson tak sepenuhnya membuat dia bahagia. Wanita yang tak materialistis sudah lama punah baginya. Dan memang sudah tidak ada. Keinginan untuk memiliki wanita, tak pernah terlintas lagi di benaknya. Kalaupun ada, mereka hanyalah pemuas hasratnya belaka. Keinginan sang ayah yang sialnya terdengar begitu memuakkan membuatnya begitu marah. Ia menghalalkan segala cara untuk menghindarinya. Yakni menghidar dari sebuah perjodohan bodoh yang di rencanakan ayahnya.
Sudahkah kita menepati setiap Janji Hati? Bagaimana kedua hati itu akan saling bertemu dan menerima? Tapi percayalah, janji Tuhan lebih indah untuk setiap insan yang sudah ditakdirkan. Selamat menikmati Janji Hati. Jangan lupa bahagia dan senantiasa bersyukur untuk setiap nikmat yang Tuhan berikan.