SALING MENCARI
“Para penumpang yang terhormat. Sebentar lagi kita sampai di bandara Soekarno-Hatta.”
Pesawat pun landing pukul 08.30. Masih ada 3 jam lagi sebelum aku bertemu dengan rekan bisnis yang menawarkan kerjasama tempo lalu. Pak Erik, namanya orang Sukabumi. Ia tertarik untuk berinvestasi di restoran.
Pesawat pun mendarat dengan aspal landasan pacu. Di bawah anak tangga pesawat para pengawal yang sudah ditelepon oleh papa bersiap menjemputku/
“Eh tunggu. Saya mau mengucapkan terimakasihh kepada kamu,” ucapku sedikit malu pada Putri. “Boleh saya tau nama akun f*******: kamu?”
“Putri Senja. Cari saja di mesin pencarian!” teriak Putri sebelum menutup kembali pintu kabin pesawat.
***
“Ini adalah penawaran yang menarik buat kamu. Kalau kamu minat untuk menjual aset yang kamu miliki. Asetmu akan kembali bersih sekitar 70%. Kita bisa kaya sekali dari bisnis ini. Pikirkan saja, apalagi kondisi perusahaanmu sedang memburuk dan kamu butuh banyak uang untuk terus mendanai kegiatan sosial dan meremajakan perusahaan agar tidak bangkrut.”Erik dulunya memang mantan pegawai perusahaan. Ia adalah orang kepercayaan kami. Namun, tiba-tiba Erik menghilang satu tahun yang lalu bersamaan dengan korupsi aset perusahaan. Tapi, tidak ada cukup bukti untuk membuktikan bahwa Erik lah yang mengambil dana milik perusahaan.
“Maaf. Bisnis ini memang menggiurkan, tapi saya tidak akan menyediakan tempat bagi para pelaku maksiat apalagi sesama jenis,”
“Jangan terlalu naif. Cepat atau lambat. Kamu akan datang kepada saya dan menggemis,” Erik kembali mengancam sebelum pergi dengan rasa kesal.
Di dunia, ada banyak ular licik yang ingin kita jatuh. Memanfaatkan segala cara dan menunggu momen yang tepat untuk menjatuhkan kita.
***
Malam itu, angin berhembus dengan sejuk. Masuk ke cela-cela jendela kamar. Menembus di tulang rusuk. Aku mengambil smartphone milikku dan membuka aplikasi f*******:, pada mesin pencarian. Aku mengetikkan nama Putri Senja, ada banyak nama akun Putri Senja. Terus saja, aku men-scroll ke bawah hingga menemukan akun milik seorang pramugari di maskapai yang kunaiki tadi pagi, langsung saja aku meminta pertemanan dan langsung dikonfirmasi. Untuk malam ini, rasanya awal yang bagus.
Malam berikutnya, karena bosan bekerja dan main game. Aku iseng membuka f*******:, ternyata Putri sedang online. Kemudian berulang kali aku berpikir, sebelum akhirnya mengirimkan pesan singkat melalui inbox. Entah mengapa, degup jantungku berdetak dengan cepat, keringat bercucuran di dahi. “Apa aku sedang jatuh cinta?” Ah, mustahil. Tidak masuk di akal, dan mana mungkin dia mau denganku. Tujuanku hanya ingin berteman dengannya, memperbaiki hubungan canggung kami di awal pertemuan. Tadinya, aku pikir. Ia tidak akan merespon pesanku, ternyata. Inilah awal dari jalan tuhan untuk mendekatkan kami.
Keesokan paginya, pukul 04:50 P.M aku berangkat menuju airport. Penerbangan kesekian kalinya yang kualami. Namun, anehnya ada perasaan yang sulit dijabarkan tentang rasa yang berbeda yang aku rasakan kala bertemu dengan Putri.