Di sebuah desa, pinggiran kota besar di jawa barat. Kota Bandung lebih tepatnya, cuman ya masih banyak perkampungan gitu. Di kaki gunung yang ada di Bandung. Saya sehari-hari bantu jaga warung tempat usaha kedua orang tua saya, terkadang saya tutup warung sampe jam 3 pagi.
Di suatu malam, waktu itu jam masih menunjukan pukul 11.30 WIB, saat saya berjaga terdengar dari kejauhan bunyi wajan di pukul-pukul sendok, dalam fikirku "si emang nihh.. kebetulan laper, bosen bikin mie mulu !". segera saya keluar rumah lewat pintu warung dan menunggu si emang penjual mie tersebut.
Nama si mamang penjual mie itu mas Yanto dan dia pasti istirahat sebentar di warung saya sekedar merokok dan melepas lelah karena memanggul roda jualannya.
Sampailah si mamang di depan warung.
saya sambil senyum sumringah
"mas... bikin donk mie tektek seporsi ya.. pedessss pokonya mah..!!"
"Oke... kering apa kuah??" jawab mas Yanto dengan khas medhok jawanya.
"Kering aj.."
Mas Yanto pun segera beraksi. Dan hidangan pun sudah siap. Sambil makan di depan warung, saya ngobrol sama si mas Yanto.
"Gimana mas jualanya?? laris hari ini??" tanyaku.
"Ya masih jauh kalo mau lihat omset, baru keluar langsung jalan ke sini, paling tadi ada beberapa di jalan yang beli.." jawab mas Yanto
"Abis keliling komplek sini lanjut kemana emangnya??" sahutku
"Balik.. ke depan lagi, terus keliling di kampung yang di atas situ.. dari pada keliling ke kampung yang di belakang.." kata mas Yanto.
"lho... Emang kenapa di kampung belakang?? ga laku ya???" sahutku sambil bercanda
"Bukan ga laku om,, tapi belum berani soalnya masih anget kemaren... ada aja yang gangguin orang lagi usaha" jawab mas Yanto sambil geleng kepala
Setelah beberapa saat mas Yanto membakar rokonya, dia pun mulai bercerita apa yang dialaminya di kampung belakang.
Tepatnya kemarin malam, saat mas Yanto bejualan seperti biasa, dari awal keluar sudah banyak hal aneh terjadi
Tempat tinggal mas Yanto berada di kampung di bawah, lebih dekat ke jalan raya dan suasananya pun lebih ramai. Dan semakin jalan ke atas atau ke dalam suasana kampung-kampung makin sepi, termasuk komplek tempat saya tinggal.
Mas Yanto mulai bejualan keliling dan langsung menyusuri jalan melewati perkampungan dan persawahan,
Saat melewati persawahan suasana hening dan tiupan angin menyelimuti mas Yanto dan di situlah awal mulai kejadian-kejadian aneh tersebut.
Saat melewati persawahan firasat mas Yanto sudah mulai ga enak, karena mencium aroma bunga melati, namun mas Yanto tetap jalan dan tidak menghiraukannya. Sampai saat ada yang melempar mas Yanto dengan batu kerikil dari arah persawahan, mas Yanto terdiam sejenak dan melihat ke arah dimana batu itu di lempar, namun tidak ada siapa-siapa di sana, perasaan mas Yanto sudah semakin ga enak, pada akhirnya di suatu jalan setelah persawahan ada beberapa pohon pisang yang sangat di luar nalar. Salah satu pohon pisang tersebut dahannya seakan" melambaikan tangan ke arah mas Yanto, sementara pohon pisang yang lain tidak bergerak sama sekali, karena memang pada saat itu tidak ada angin. Mas Yanto tetap melanjutkan perjalanannya walaupun perasaanya semakin takut.
Sesampainya di komplek tempat tinggal saya, mas Yanto langsung lanjut ke arah kampung yang di belakang komplek saya, melewati jalan setapak kecil, sebelah kiri kebun singkong dan beberapa pohon nangka dan sebelah kanan kebun yang tidak terurus. Entah kenapa mas Yanto seakan akan ingin menoleh ke arah pohon nangka yang di sebelah kiri, dalam sudut pandangannya seakan ada bayangan putih wanita sedang mengayunkan kedua kakinya, namun setelah memberanikan diri menoleh ke pohon tersebut tidak ada apa-apa. Jantung mas Yanto mulai berdebar sangat kencang ketika sekali lagi di melihat sosok bayangan putih di pohon nangka tersebut. sambil membacakan doa, mas Yanto mempercepat langkahnya, dan tiba-tiba... Suara wanita tertawa melengking terdengar jelas oleh mas Yanto. Setengah lari mas Yanto untuk segera sampai ke kampung belakang, sampai pada akhirnya sampailah mas Yanto di kampung tersebut dan bertemu dengan 3 orang laki-laki yang sedang ronda. Mas Yanto pun numpang istirahat dan sedikit berbincang-bincang. Dan ternyata menurut cerita orang yang sedang ronda tersebut di kebun yang tadi di lewati mas Yanto emang seringkali banyak orang lewat yang di ganggu, dari mulai kepala menggelinding ke jalan, sampai ikut numpang ke kendaraan yang lewat.
Setelah beristirahat dan sedikit tenang, mas Yanto pun lanjut masuk lebih kedalam perkampungan, sampai pada di pertigaan jalan, mas yanto melihat s
satu g**g yang terlihat terang benderang dan lumayan ramai. Masuklah mas Yanto ke g**g tersebut. Jauh dari suasana menyeramkan, kiri kanan g**g terlihat rumah-rumah yang begitu bagus, mas Yanto di panggil oleh seseorang di teras salah satu rumah itu.
Orang tersebut langsung membeli sebanyak sekitar 15 bungkus, dengan senangnya karena dapat orderan banyak, mas Yanto pun langsung bekerja.
Setelah beberapa lama berselang mas Yanto pun baru sadar akan sesuatu, pembeli tersebut terlihat diam dan tidak berkata sepatah katapun setelah memesan mie, karena penasaran mas Yanto pun menoleh ke orang tersebut yang terlihat murung dan melihat kebawah terus, kulitnya begitu pucat. namun tak ada pikiran macam" dari mas Yanto saat itu.
Setelah semua pesanannya selesai, mas Yanto segera membereskan peralatannya dan saat mas yanto menoleh untuk mengambil uang pembayarannya, orang tersebut menengadahkan kepalanya, tiba-tiba betapa kagetnya mas Yanto melihat mata kanan orang tersebut yang perlahan keluar dan lepas bergantung di pipinya sambil mengeluarkan darah !!! dan tersenyum sampai mulutnya terlihat robek sambil mengeluarkan darah, dan suara-suara tertawa menyeramkan yang seakan lebih dari satu. Sontak mas Yanto berlari ke tempat dimana orang-orang yang ronda tadi dan meninggalkan gerobaknya.
Setelah mas Yanto di tenangkan kan di berikan air doa oleh salah satu orang tersebut, mereka bersama-sama mendatangi g**g tersebut untuk mengambil gerobak mas Yanto yang tertinggal walaupun masih dengan perasaan ketakutan.
Setelah sesampainya di g**g tersebut, ternyata itu bukan lah sebuah g**g menuji rumah-rumah, melainkan menuju PEMAKAMAN !!!!