Hari ke-41, Nomad mengizinkan simulasi suhu rendah tanpa beban. Sebelum mulai, Jayen membacakan daftar pemeriksaan: alarm visual, audio, getar, pembaca suara, saluran komunikasi, serta jalur penghentian. Setiap petugas mengonfirmasi sendiri.
Kami menurunkan suhu secara bertahap. Aku berada di ruang kendali, tidak di dekat panel. Angka tekanan dibacakan melalui kanal langsung dan pembaca suara. Pada penurunan kedua, pembaca suara terlambat kurang dari satu detik, sementara kanal langsung tetap stabil.
Aku meminta simulasi dihentikan agar jeda dicatat. Nomad setuju. Ia tidak menganggap keterlambatan kecil itu tak berarti karena alat bantu menjadi salah satu cara aku menerima informasi. Teknisi memeriksa terminal dan menemukan antrean data yang muncul saat dua panel memperbarui angka bersamaan.
Yoon An mengusulkan membatasi pembaruan panel yang tidak kritis selama simulasi. Nomad meminta desainnya diperiksa terlebih dahulu agar informasi yang penting tidak ikut tertahan. Kami menyusun daftar angka kritis dan angka pendukung. Aku meminta setiap perubahan ditinjau oleh kru yang menggunakan pembaca suara, bukan hanya teknisi.
Seorang teknisi bertanya apakah aku bisa memakai pendengaran saja untuk sementara. Aku mengatakan bisa untuk beberapa keadaan, tetapi tidak boleh menjadi rencana utama saat ada alat yang seharusnya bekerja. Aku tidak ingin keselamatanku bergantung pada kemampuan menghafal semua bunyi mesin.
Nomad menyetujui dan menunda simulasi lanjutan sampai pembaruan perangkat diuji. Baron bertanya apakah jeda itu memengaruhi pesawat. Nomad menjelaskan tidak ada beban atau gangguan mesin; masalahnya pada penyampaian data ke terminal. Aku meminta laporan tidak menggabungkan kedua hal itu.
Yoon An mematikan antrean pembaruan tambahan dan menguji angka kritis satu per satu. Tekanan dan suhu tiba tanpa jeda pada terminal suaraku. Setelah itu, ia mengaktifkan kembali pembaruan lain secara berkelompok. Jeda muncul lagi, kali ini pada data yang tidak kritis.
Nomad meminta teknisi menyimpan kedua log dan memeriksa apakah pembaruan tambahan menghalangi data penting. Mereka belum melihat kehilangan angka kritis, tetapi tidak cukup hanya mengandalkan dua uji. Kami merancang simulasi lebih panjang dengan urutan berbeda.
Aku bertanya apakah pembaca suara dapat membacakan hanya angka penting saat antrean padat. Yoon An menjawab bisa, tetapi ia ingin memastikan urutan prioritas tidak menyebabkan informasi pendukung hilang sama sekali. Kami setuju data kritis dibacakan dahulu, kemudian data lain setelah kanal kosong.
Seorang teknisi mengusulkan bunyi singkat sebagai penanda bahwa pembaruan tambahan sedang menunggu. Aku meminta bunyi itu tidak menyerupai alarm. Jika terdengar sama, kru bisa salah mengira ada bahaya atau mengabaikan peringatan sebenarnya. Jacklyn menyarankan nada netral dan penjelasan lisan. Nomad meminta kami menguji kedua opsi.
Baron bertanya apakah jeda itu hanya masalah akses Eran. Aku menjawab tidak. Informasi kritis harus tersedia bagi semua kru dengan cara yang dapat mereka gunakan. Ada petugas yang memakai pelindung telinga, ada yang tidak selalu melihat panel, dan ada yang membutuhkan getaran. Sistem harus mempertimbangkan lebih dari satu cara menerima informasi.
Ia bertanya apakah ini akan menjadi standar misi. Nomad mengatakan seharusnya demikian, namun butuh prosedur yang jelas. Baron meminta kami menulis rekomendasi untuk seluruh kendaraan. Yoon An mulai menyusun daftar perangkat, dan Jayen mengumpulkan hasil latihan.
Kesatuan mengirim jawaban bahwa keberatan tidak otomatis menunda semua perubahan. Namun, perubahan yang berdampak pada akses akan diberi masa pemberitahuan dan warga dapat meminta peninjauan darurat. Mereka belum menjelaskan berapa lama pemberitahuan atau siapa yang menilai permintaan darurat.
Kyaa membaca jawaban itu bersama beberapa warga. Mereka menganggap penjelasan itu membantu, tetapi belum cukup untuk membuat rencana tinggal jangka panjang. Mereka ingin tahu apakah selama masa peninjauan layanan medis dan pangan tetap tersedia. Aku meneruskan pertanyaan tersebut tanpa meminta mereka menyatakan minat perjalanan.
Baron menjawab bahwa bantuan medis dan pangan yang sudah dialokasikan tetap berjalan selama proses peninjauan. Pasokan setelah itu bergantung pada rencana Kesatuan yang belum disahkan. Aku meminta bagian terakhir disampaikan jelas agar warga tidak menyangka pasokan masa depan sudah terjamin.
Kyaa meminta jawaban ini dikirim langsung kepada peserta dan ditampilkan di ruang bantuan. Jacklyn menyiapkan versi yang tidak berisi data pribadi. Warga memilih menerima salinan cetak dan pembacaan lisan; tidak ada daftar nama yang dikirim kepada Baron.
Pia masih belum menanggapi undangan. Kesatuan hanya menyampaikan status itu. Aku meminta Jayen menutup pengingat yang sebelumnya dijadwalkan. Kami tidak akan terus mengetuk pintu seseorang setelah ia belum memberi izin.
Kyaa menerima surat bahwa hak kembali belum bisa dijamin. Ia meminta kami tidak menyebut warga 'menolak' perjalanan hanya karena beberapa orang merasa ragu. Aku mengiyakan. Keraguan bukan keputusan, sama seperti pertanyaan bukan persetujuan.
Kami menyiapkan pembaruan warga dengan tiga fakta: hak kembali belum diputuskan, bantuan yang sudah dialokasikan tetap berjalan selama peninjauan, dan perubahan akses harus diberitahukan tertulis. Kyaa membaca versi audio dan meminta kata 'selama peninjauan' dijelaskan sebagai batas waktu sementara, bukan jaminan permanen. Kami menambahkan kalimat bahwa pasokan berikutnya belum ditetapkan.
Pia masih belum memberi izin. Aku berkata kepada Jayen untuk tidak membuat teori mengenai alasan diamnya. Kami menutup catatan sebagai menunggu respons, bukan menunggu kebenaran tersembunyi.
Cherry mengirim pesan bahwa ia berbicara dengan keluarganya. Mereka ingin menunggu konsultasi dokter sebelum membahas kemungkinan perjalanan. Ia bertanya apakah aku keberatan jika ia memutuskan tidak datang setelah mendengar saran medis. Aku menjawab aku akan kecewa pada keadaan yang memisahkan kami, bukan kepadanya.
Ia berkata ia perlu mendengar itu tanpa tambahan 'tapi'. Aku menghapus kalimat yang sempat kutulis tentang betapa aku merindukannya. Rasa rinduku nyata, tetapi tidak perlu diletakkan di atas pilihannya setiap kali kami berbicara.
Cherry bertanya apakah aku sudah menerima jawaban dari dokter misi. Belum, tetapi jadwal konsultasi tetap besok. Ia mengatakan keluarganya ingin hadir setelah ia berbicara sendiri dengan dokter. Aku menyetujui. Ia yang menentukan siapa yang mendengar informasi medis.
Ia juga berkata jika akhirnya memilih tinggal, ia ingin membuat rencana komunikasi bersama. Aku menjawab kami dapat membahasnya tanpa menunggu keputusan akhir. Kami bisa menyiapkan cara mengirim pesan bila jaringan terputus, tetapi tidak menjanjikan bahwa pesan akan selalu sampai.
Tim membuat simulasi antrean data dengan jadwal baru. Angka kritis dibacakan dahulu, lalu data tambahan. Tanda tunggu berupa nada netral terdengar sekali, tidak menyerupai alarm. Nomad belum mengesahkannya; ia meminta teknisi berbeda menguji besok.