Hari ke-77, Kesatuan datang dengan jawaban atas beberapa pertanyaan pasokan. Rumus jatah akan dihitung per orang, dengan tambahan kebutuhan klinis berdasarkan catatan tenaga medis. Nama pasien tidak akan ditempel di papan. Angka agregat dan tanggal perhitungan akan diperbarui setiap dua hari.
Untuk keterlambatan tujuh hari, prioritas pertama adalah air, bahan klinik, dan pangan dasar. Barang lain ditinjau berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan siapa yang lebih dulu mendaftar untuk perjalanan. Kyaa meminta kalimat itu dimasukkan ke surat resmi. Petugas Kesatuan menyetujuinya, lalu menambahkan bahwa persediaan saat ini belum cukup untuk menjanjikan skenario lebih dari tujuh hari.
Warga meminta rencana jika jalur tertutup lebih lama. Kesatuan belum memiliki jawaban dan berjanji mengadakan pertemuan khusus dalam lima hari. Kyaa meminta mereka membawa pilihan yang dapat dilakukan, bukan hanya daftar risiko. Petugas menjawab akan membawa pejabat logistik yang memiliki kewenangan mengalokasikan cadangan.
Surat yang sama menyebut hak kembali dan akses dome akan dibahas oleh panel kebijakan dalam lima hari kerja. Belum ada jaminan sementara. Beberapa warga merasa rapat itu terlalu lama. Yang lain ingin membaca dokumen sebelum bertemu. Kyaa meminta Kesatuan mengirim bahan rapat lebih dulu dan menerima janji bahwa bahan akan dibagikan satu hari sebelumnya.
Nomad menerima kabar bahwa revisi terminal sedang dibuat. Satrio belum memeriksa versi baru. Pembuat perangkat menjelaskan bahwa urutan riwayat akan mengikuti waktu sumber dan tanda pemuatan ulang akan muncul di layar. Belum ada keterangan tentang bunyi atau pembaca suara. Nomad meminta agar pengembangan itu mencakup semua jalur keluaran, tidak hanya tampilan visual.
'Kita belum menguji apa pun,' ujarnya di rapat. 'Keterangan pembuat bukan hasil pemeriksaan.'
Aku meminta kru mengulang batas tersebut saat menyampaikan kabar. Tidak ada yang boleh menyebut revisi selesai hanya karena sedang dibuat. Sebagian teknisi ingin mencoba versi awal begitu tiba. Nomad menolak. Ia akan meminta salinan uji dan dokumentasi perubahan terlebih dahulu.
Di sisi warga, Kyaa mengatur pembacaan surat tanpa meminta tanda tangan. Seorang perempuan bertanya apakah tidak menandatangani berarti kehilangan bantuan. Kesatuan menjawab tidak, dan Jayen meminta kalimat itu dibacakan dua kali. Petugas kemudian setuju menambahkannya pada surat, bukan hanya menyampaikannya lisan.
Aku mendengar seorang warga berkata bahwa ia mungkin ingin pergi, tetapi tidak akan mengisi formulir sampai hak kembali dijelaskan. Kyaa menanggapi bahwa keputusan itu miliknya dan tidak perlu diumumkan. Kami mengingatkan petugas agar tidak menghitung percakapan pribadi sebagai pendaftaran.
Pia tetap belum merespons. Jayen mengusulkan mengirim satu pengingat singkat, tanpa meminta keputusan atau alasan. Aku memintanya tidak mengirim lagi. Undangan sebelumnya sudah menyatakan kami terbuka jika ia ingin berbicara, dan kami telah sepakat menunggu tanpa mengejar jawabannya. Tak ada kabar tentang Kaburu dan Alia.
Nomad membacakan ulang rencana lima langkah: menerima revisi, memeriksa dokumentasi, meninjau keluaran suara, menjalankan simulasi tanpa beban bila disetujui, lalu menulis laporan baru. Setiap langkah memerlukan catatan. Tidak satu pun otomatis memberi izin untuk tahap berikutnya.
Hari ke-77 selesai dengan dua tenggat lima hari yang berbeda: satu untuk panel hak warga, satu untuk skenario pasokan panjang. Terminal masih menunggu revisi. Aku menandai semua tanggal di buku, lalu meminta Jayen memeriksa hitunganku. Kali ini kami sepakat tidak akan mengubah tenggat menjadi janji hasil.
Menjelang akhir hari, warga mengadakan pertemuan kecil untuk menyusun pertanyaan panel. Mereka tidak memilih satu juru bicara permanen. Setiap orang dapat menambahkan pertanyaan, kemudian kelompok memeriksa apakah ada yang maknanya berubah saat diringkas. Kyaa menjaga agar pertanyaan tentang masa berlaku hak kembali tidak digabung dengan pertanyaan mengenai biaya.
Seorang peserta bertanya apakah ia boleh menarik pertanyaannya sebelum rapat. Kyaa menjawab boleh, kecuali salinan yang sudah dikirim akan tetap tercatat sebagai bagian arsip dengan nama dihapus. Peserta itu meminta pertanyaannya tetap diajukan. Ia tidak menyatakan apakah ingin pergi atau tinggal.
Aku menerima draf daftar itu untuk dibacakan. Ada tujuh pertanyaan, masing-masing dengan pihak yang diminta menjawab dan dokumen pendukung yang diminta. Nomad tidak tercantum di bagian hak warga; Kesatuan tidak tercantum di bagian terminal. Pemisahan itu mencegah jawaban teknis dipakai untuk menutup masalah kebijakan.
Sebelum pulang, Kyaa meminta aku menyampaikan kepada kru bahwa rapat panel bukan pemungutan suara. Aku menyetujuinya. Tidak ada hitungan tangan yang bisa menggantikan jawaban tertulis tentang hak. Warga boleh hadir, tidak hadir, menyampaikan pendapat, atau memilih menunggu tanpa kehilangan bantuan.
Sesudah pertemuan, seorang warga meminta kami menghapus namanya dari daftar undangan panel karena ia sedang merawat kerabat. Kyaa menghapus nama itu dari daftar pengingat, tetapi mempertahankan salinan undangan umum. Warga tersebut tetap dapat menerima bantuan dan membaca hasil rapat kelak. Tidak ada yang menanyakan apakah ia mendukung atau menolak perjalanan.
Aku membantu Jayen menyiapkan rekaman audio daftar pertanyaan. Kami membacakan satu per satu, lalu memeriksa apakah setiap nomor terdengar berbeda. Pada nomor lima, bunyi kipas hampir menutupi kata 'biaya'. Kami mengulang rekaman di ruangan yang lebih tenang. Kyaa akan membagikannya setelah warga menyetujui versi akhir.
Seorang teknisi mengusulkan agar daftar pemeriksaan mencantumkan siapa yang menyaksikan setiap perubahan. Nomad menambahkan kolom saksi dan waktu, tetapi memastikan nama warga tidak diwajibkan bila mereka memilih memberi masukan tanpa identitas.
Sebelum rapat berakhir, aku meminta salinan surat dikirim ke papan informasi dan dibacakan pada dua giliran berbeda. Satu pengumuman saja tidak cukup bagi orang yang sedang bekerja atau merawat keluarga. Kesatuan menyanggupi pembacaan ulang, tetapi tetap meminta warga memeriksa angka pada dokumen sumber.
Aku meminta salinan tambahan diberikan pada warga yang tidak dapat hadir, tanpa menyertakan kolom tanda setuju.
Hari ke-78 dimulai dengan kabar bahwa revisi terminal belum dikirim. Nomad menerima pesan dari pembuat perangkat yang meminta tambahan waktu untuk menguji tanda audio. Ia menyetujui perpanjangan satu hari, tetapi meminta alasan itu dicatat. Tidak ada simulasi baru sebelum Satrio menerima versi dan dokumen perubahan.
Beberapa kru kecewa. Mereka sudah menyusun latihan, dan ruang kontrol telah dikosongkan. Nomad mengubah jadwal menjadi latihan bahasa dan pemeriksaan daftar akses, bukan membiarkan kru menunggu tanpa pekerjaan. Ia menekankan bahwa latihan prosedur tidak boleh dicatat sebagai bukti perangkat siap.
Aku membaca daftar akses bersama Jayen. Setiap orang harus bisa meminta jeda, mendengar konfirmasi operator, dan mengetahui cara kembali ke kondisi aman. Seorang kru bertanya apakah ia boleh meminta jeda bila merasa pusing, meskipun tidak ada alarm. Nomad menjawab ya. Keselamatan tidak bergantung pada apakah gejala sudah muncul di panel.
Dalam latihan, aku sendiri meminta jeda karena suara kipas membuat pembacaan pesan tertutup. Operator mengulang instruksi, menurunkan volume kipas ruang latihan, lalu memulai kembali dari awal. Tidak ada yang mencatatnya sebagai kegagalan. Kami menulis bahwa lingkungan suara harus menjadi bagian dari skenario uji.
Kyaa menerima bahan awal dari panel kebijakan Kesatuan, tetapi dokumen itu hanya memuat ringkasan. Ia meminta lampiran mengenai masa berlaku hak akses dan biaya perjalanan kembali. Kesatuan mengatakan lampiran masih dibahas. Kyaa mengingatkan bahwa warga memerlukan bahan lengkap satu hari sebelum rapat. Mereka mengirimkan sebagian malam itu dan berjanji melengkapi sisanya esok pagi.
Aku bertanya apakah rapat lima hari tetap berlangsung jika lampiran belum siap. Kyaa berkata warga akan hadir untuk mendengar, tetapi tidak akan dianggap menyetujui usulan yang belum dibagikan. Ia akan meminta notulen mencatat bila ada dokumen yang belum diterima.
Persediaan klinik kedua akhirnya tiba, tetapi jumlahnya tetap kurang dari pesanan awal. Petugas gudang menghitung ulang bersama Yoon An. Mereka menemukan dua kemasan rusak saat pengiriman. Barang itu dipisahkan dan tidak dimasukkan ke stok yang dapat dipakai. Kesatuan mengajukan penggantian, sementara distribusi kebutuhan mendesak berjalan dari persediaan yang ada.
Kyaa meminta pembaruan stok diumumkan tanpa menyebut nama pasien. Petugas setuju menampilkan jumlah barang yang diterima, jumlah yang rusak, dan permintaan pengganti. Warga tidak perlu mengetahui siapa yang akan memakai setiap item. Transparansi tidak berarti membuka privasi.
Jayen menerima tanda bahwa Pia mungkin telah membaca undangan sebelumnya, tetapi tidak ada balasan. Aku meminta ia tidak mengubah catatan status. Dibaca bukan berarti bersedia berbicara. Kami tetap tidak tahu alasan diamnya, dan tak akan menebaknya.