Hari ke-89, Nomad menerima opsi indikator tanpa nada. Pembaca suara akan mengumumkan bahwa riwayat sedang dimuat ulang, lalu menyebut nomor pesan sebelum meneruskan kalimat yang sempat terpotong. Satrio memeriksa dokumentasi dan meminta uji dilakukan pada terminal terisolasi.
Kami memulai dengan satu pesan pendek. Pembaca suara menyelesaikan kalimat, menyebut nomor, lalu mengulangi bagian yang terpotong dengan penanda 'pesan dilanjutkan'. Aku mengikuti dengan benar. Pada contoh kedua, pesan baru masuk sebelum pengulangan selesai. Sistem menaruhnya di antrean, tetapi tidak menyebut bahwa ada pesan menunggu.
Nomad menghentikan uji. Ia meminta pembuat perangkat memberi tahu pengguna ketika pesan lain menunggu, tanpa memotong informasi yang sedang dibacakan. Yoon An mengusulkan frasa singkat: 'satu pesan menunggu'. Satrio meminta frasa itu diuji dalam dua bahasa dan tidak boleh terdengar seperti keadaan darurat.
Kami mencoba versi pertama. Seorang kru mengira kata 'menunggu' berarti ia harus menunggu instruksi, bukan bahwa pesan lain sedang antre. Jayen mengubah susunan kata menjadi 'pesan berikutnya menunggu'. Pada uji kedua, semua kru memahami maksudnya. Satrio belum mengesahkan; kelompok uji masih kecil.
Di rapat warga, Kyaa membacakan draf prosedur banding. Perbaikan kesalahan administratif akan diberi dua hari setelah tanda terima. Jika kapasitas penuh, satu kursi ditahan selama tiga hari, dan pemohon dapat meminta satu perpanjangan bila dokumen medis belum terbit. Namun, panel belum menjelaskan apa yang terjadi jika lebih dari satu keluarga mengajukan banding pada waktu yang sama.
Warga meminta urutan prioritas diumumkan. Kesatuan menjawab tidak akan menggunakan dukungan terhadap inspeksi atau keputusan perjalanan sebagai faktor. Prioritas akan mempertimbangkan risiko kehilangan hak, kebutuhan medis, dan waktu pengajuan. Kyaa meminta definisi tiap faktor supaya petugas tidak menafsirkannya berbeda.
Panel menerima permintaan itu dan akan mengirim lampiran. Draf tetap diberi label belum disahkan. Tak seorang pun diminta mengisi formulir. Bantuan pangan dan medis tidak berubah.
Nomad menerima hasil awal audio dari Satrio. Opsi tanpa nada lebih mudah dibedakan dari alarm, tetapi antrean pesan masih perlu pemeriksaan. Tidak ada simulasi tanpa beban. Uji daya dan pemulihan terminal juga belum dimulai.
Aku menulis status di papan: 'pemeriksaan audio berjalan; belum disetujui; tidak ada uji mesin.' Jayen membacakan kalimat itu dan memastikan kru di giliran malam mengulangnya dengan makna yang sama. Tidak ada yang menyebut sistem aman secara umum.
Satrio kemudian meminta kami menguji kemampuan mundur ke versi sebelumnya. Pembuat perangkat menjelaskan bahwa pemulihan dapat dilakukan, tetapi dokumen tidak menyebut berapa lama prosesnya. Nomad meminta demonstrasi tanpa menyentuh terminal utama. Kami memutuskan bahwa jika pemulihan memerlukan akses manual, petugas harus tetap berada di ruang kontrol sampai semua catatan diverifikasi.
Dalam demonstrasi, versi sebelumnya kembali berjalan, tetapi satu tanda 'sudah dibaca' tidak ikut dipulihkan. Pesan tetap ada, hanya status pembacaannya yang hilang. Aku bertanya apakah kru bisa membaca pesan yang sama dua kali tanpa tahu bahwa ia telah membacanya.
Satrio menjawab bisa, kecuali ada catatan eksternal. Nomad meminta status pembacaan disimpan di log terpisah dan dibandingkan setelah pemulihan. Ia tidak menyebutnya kegagalan fatal, tetapi menambahkan syarat baru. Perangkat tidak akan diuji lebih luas sampai status baca dapat dipertahankan atau ditandai jelas.
Kami mengulang proses dengan catatan manual. Kali ini Jayen menyebut nomor pesan sebelum dan sesudah pemulihan. Cara itu berhasil, namun terlalu bergantung pada operator. Satrio meminta solusi perangkat, bukan kebiasaan tambahan yang bisa terlupa saat orang lelah.
Satrio meminta satu kru membaca ulang log tanpa diberi tahu letak kesalahan. Kru itu menemukan bahwa status 'sudah dibaca' hilang setelah pemulihan, tetapi nomor pesan tetap utuh. Nomad mencatat bahwa urutan konten terjaga, sementara status interaksi belum. Ia meminta pembuat perangkat mengirim pilihan: mempertahankan status atau menampilkan peringatan bahwa status baca tidak dapat dipastikan.
Pilihan peringatan terdengar lebih mudah diterapkan, tetapi dapat membuat kru membaca ulang pesan panjang. Yoon An bertanya apakah sistem dapat memberi tanda 'status baca diperiksa manual'. Satrio meminta pengujian dengan pesan contoh berbeda panjang. Kami tidak memilih solusi hanya karena cepat dibuat.
Pada percobaan berikutnya, aku menekan tombol yang dapat diraba untuk meminta ulang pesan. Tombol itu bekerja, tetapi permukaan di sebelahnya terasa hampir sama. Aku meminta tanda tekstur berbeda agar tidak tertukar dalam gelap. Nomad menambahkan akses fisik ke daftar pemeriksaan, bersama suara dan tampilan.
Hari mulai gelap saat kami menutup ruang uji. Tidak ada hasil final, tetapi daftar syarat kini mencakup pemulihan status baca dan tombol akses.
Yoon An meminta panduan dibacakan dengan volume rendah. Aku mendengar sebagian, tetapi kata penutup tertutup kipas. Kami mengubah posisi kursi dan menemukan titik lain yang lebih buruk. Satrio meminta peta suara dibuat sebelum mengubah volume perangkat. Pengeras yang lebih keras di satu sisi bisa mengganggu pesan di sisi lain.
Nomad meminta pengukuran pada pintu tertutup, terbuka, dan setengah terbuka. Kami tidak menjalankannya malam itu karena alat ukur sedang dikalibrasi. Ia menjadwalkannya setelah kalibrasi selesai. Tidak ada simulasi tanpa beban sampai indikator dapat dipahami pada kondisi yang relevan.
Sebelum ruangan dikunci, Satrio meminta hasil hari itu dibacakan kepada kru malam. Mereka harus tahu bahwa uji masih terisolasi, fungsi suara parsial, dan status baca belum pulih dengan pasti. Jayen membacakan papan tanpa menyingkatnya. Seorang teknisi mengulang status dengan benar, lalu menandatangani penerimaan informasi, bukan persetujuan perangkat.
Nomad memeriksa nomor versi sekali lagi sebelum menyegel terminal uji.
Kami meminta statusnya dibacakan kembali sebelum giliran berganti.
Hari ke-90, Satrio membawa tiga skenario untuk menguji pesan yang menunggu. Pada skenario pertama, pesan baru bukan prioritas. Pada skenario kedua, pesan itu penting tetapi tidak darurat. Pada skenario ketiga, alarm keselamatan tiba ketika pembaca suara sedang mengulang kalimat lama.
Sistem mengumumkan 'pesan berikutnya menunggu' untuk dua skenario pertama. Pada skenario ketiga, alarm memotong pembacaan, lalu sistem menyebut 'peringatan keselamatan'. Setelah alarm selesai, kalimat lama dilanjutkan dan pesan baru diumumkan. Urutannya terdengar masuk akal, tetapi Nomad meminta kami memeriksa cap waktu dan memastikan tidak ada pesan yang tertukar.
Kami mengulang setiap skenario tiga kali. Pada ulangan kelima, nomor pesan disebut dua kali. Satrio menghentikan sesi dan meminta log diperiksa. Tidak ada pesan hilang, tetapi pengulangan nomor dapat membuat kru menyangka ada pesan baru. Pembuat perangkat harus memperbaiki penanda agar nomor lama disebut sebagai 'pesan yang dilanjutkan', bukan dibaca seperti nomor masuk.
Nomad menolak menyetujui simulasi tanpa beban. Ia berkata keberhasilan beberapa ulangan tidak menghapus anomali yang baru ditemukan. Ia meminta pembuat perangkat menyiapkan revisi dan dokumentasi sebelum sesi berikutnya.
Kyaa menerima lampiran prioritas banding dari Kesatuan. Risiko kehilangan hak berada di urutan pertama, disusul kebutuhan medis dan waktu pengajuan. Warga bertanya siapa yang menilai risiko dan apakah mereka bisa mengetahui alasan keputusan. Panel menyatakan keputusan akan ditulis dan dapat diajukan banding ulang kepada pejabat berbeda.
Namun, jika kursi ditahan tiga hari dan jawaban belum keluar, rancangan tidak menyebut apakah penahanan otomatis diperpanjang. Kyaa menandai bagian itu sebagai celah. Kesatuan berjanji memberi jawaban besok. Warga meminta mereka tidak membuka pendaftaran sebelum aturan tersebut lengkap.
Petugas logistik membawa skenario pasokan lima belas hari. Untuk keterlambatan lebih panjang, mereka mengusulkan pengurangan barang nonesensial dan pengiriman darurat melalui rute alternatif. Biaya rute alternatif belum dihitung, dan kapasitasnya terbatas. Kyaa bertanya siapa yang memutuskan penggunaan rute itu serta kapan warga diberi tahu.
Kesatuan menyebut kepala logistik, bersama petugas medis untuk kebutuhan klinik. Mereka akan memberi pemberitahuan sebelum perubahan, kecuali keadaan darurat. Kyaa meminta kalimat pengecualian tidak menjadi celah untuk menahan informasi. Panel setuju setiap pemberitahuan darurat tetap mencantumkan alasan dan waktu peninjauan berikutnya.
Aku membantu meninjau tabel persediaan melalui pembacaan Jayen. Angka cadangan ditampilkan dalam hari, tetapi tidak menyebut variasi konsumsi. Yoon An meminta rentang rendah dan tinggi. Kesatuan belum menghitungnya. Mereka akan memperbarui tabel pada hari berikutnya.
Nomad meminta kru yang mengandalkan pembaca suara memimpin sesi, bukan sekadar menjadi peserta. Aku dan seorang teknisi menyusun urutan pertanyaan, lalu Satrio hanya mengamati. Kami meminta sistem mengumumkan berapa pesan yang menunggu, apakah ada pesan prioritas, dan bagaimana mengaksesnya satu demi satu.
Pembuat perangkat menunjukkan bahwa jumlah pesan dapat disebut tanpa membacakan isi. Namun, ketika jumlahnya berubah selama pembacaan, sistem tidak memperbarui angka sampai pengguna selesai. Seorang kru bertanya apakah ada pesan baru yang masuk setelah hitungan disebut. Satrio meminta indikator tambahan berupa kalimat 'jumlah berubah'.