Yuda, pria berumur 36th, memiliki 2 orang anak dan 1 orang istrj, akhirnya memutuskan untuk resign dari perusahaan yang telah mempekerjakannya dr 10th yang lalu itu, demi agar Yuda bisa lebih dekat dengan ke dua anak nya dan istrinya yang telah iya tinggalkan di kampung. Yuda yakin dan mantap akan keputusannya, demi istri dan anak²nya dia rela resign dan rencananya dia akan memperbesar usaha istrinya di kampung dan membantu nya mengelola usaha tersebut.
Dinda nama nya, wanita cantik, putih dan pintar dalam membuat berbagai jenis kue adalah istri dari Yuda. dia memiliki usaha toko roti di kampung yang sudah dia kelola selama 3th terakhir meski dia sendiri masih bekerja di sebuah mall yang berdiri hanya satu satunya di kampungnya itu.
" Yud, kamu yakin dengan keputusan mu ini?" Pak Anton pimpinan perusahaan konstruksi terbesar di kota ini membuyarkan lamunan ku.
" Iya pak, saya yakin dengan keputusan ini. saya ingin bisa lebih dekat dengan anak-anak saya pak, saya merasa sudah cukup merantau, bapak kan tahu alasan dulu saya merantau dan akhirnya bekerja di kantor bapak, saya ingin melunasi hutang-hutang saya setelah saya bangkrut dan sekarang saatnya saya kembali ke kampung bersama keluarga saya, setelah hutang saya mulai sedikit banyak sudah lunas pak terlebih dimasa pandemi sekarang ini pak, saya ingin lebih dekat dengan keluarga pak, saya selalu khawatir keluarga saya kenapa-kenapa" jawabku mantap
" ya sudah kalau kamu memang sudah yakin akan semua keputusanmu, saya akan menyetujui surat pengunduran diri ini, meski berat bagi saya karena kamu telah banyak memberikan kontribusi hingga perusahaan ini bisa menjadi seperti sekarang ini" Pak Anton menjawab dengan nada suara yang sedikit parau karena merasa sedih harus rela membiarkan karyawan kepercayaannya untuk pergi dari perusahaan kontruksi ini.
" terima kasih banyak pak, kalau begitu saya permisi, saya kembali ke ruangan saya pak" jawabku dan di balas dengan anggukan oleh Pak Anton.
kilas balik 10tahun lalu
Yuda memang mempunyai usaha makanan dan minuman ringan yang setiap hari dititipkan ke warung-warung di kampungnya, awalnya usaha berjalan lancar, dari yang hanya bisa dititipkan ke beberapa warung akhirnya bisa dibilang maju dan sudah memiliki ratusan toko dikampungnya untuk dititipkan makanan ringan yang di beli secara kiloan dan di kemas kembali menggunakan kemasan lebih kecil dengan di beri label sendiri dan minuman ringan yang Yuda beli dari distributor. dari awalnya memiliki satu mobil pickup untuk keliling, hingga bisa memiliki dua mobil pickup dan mempekerjakan beberapa karyawan. hingga musibah terjadi, Yuda kena tipu karyawannya sendiri yang membawa kabur uang hasil jualan yang nominalnya tidak sedikit. terlebih saingan makin banyak dan permainan harga yang tidak sehat demi merebut hati para pemilik warung. dan akhirnya Yuda harus berhutang sana sini untuk menutupi kekurangan uang yang di bawa kabur karyawannya dan untuk menutupi kerugian karena penjualan makin berkurang karena banyak warung yang beralih ke harga yang lebih murah. sedangkan kalau Yuda terus terusan mengikuti persaingan harga tersebut maka dia merugi semakin besar. hingga akhirnya Yuda dikejar-kejar hutang, dan memutuskan untuk merantau agar bisa melunasi hutang-hutangnya. kilas balik selesai.
setelah sampai di ruangannya Yuda pun langsung menghubungi no Dinda istrinya untuk memberitahukan bahwa surat pengunduran dirinya telah disetujui perusahaan.
" hallo pah, ada apa?" tanya Dinda
" hallo ma, surat pengunduran diriku telah disetujui perusahaan, berarti 3hari lagi papa bisa pulang ma." jawabku dengan mantap
" papa sudah yakin ingin keluar dari perusahaan?" tanya Dinda dengan sedikit nada keraguan
" lho mama kok jadi ragu sih, kenapa ma? papa yakin kok, nanti papa akan memperbesar usaha mama dan membantu mama mengelola usaha roti mama. jadi mama juga gak perlu kerja lagi di mall. kita sama-sama mengelola usaha roti mama." jawabku menyakinkan
" ya sudah kalau papa sudah yakin, mama mendukung semua keputusan papa. anak-anak pasti senang karena papa bisa tiap hari menemani mereka."
" sudah ya pa, aku masih kerja nih, takut ketahuan pimpinan di jam kerja mainan handphone" jawab dinda
" iya sudah ma. hati-hati ya, I love..tut..tut.." belum selesai Yuda bicara sambungan telepon sudah di putus sepihak oleh istrinya. Yuda hanya bisa menghela nafas kasar dan kembali meneruskan menyelesaikan pekerjaan nya sebelum dia keluar dari perusahaannya. Yuda tidak ingin kepergiannya meninggalkan beban untuk perusahaannya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 5 sore, Yuda memutuskan untuk pulang kekontrakannya setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Yuda menyapa beberapa karyawan yang masih bekerja, setelah bertegur sapa dengan beberapa karyawan, Yuda segera menuju pintu keluar gedung menyapa satpam dan bergegas menuju ke mobil nya, Yuda segera menjalankan mobilnya karena sudah merasa letih, ingin segera sampai dikontrakannya untuk cepat-cepat mandi dan beristirahat.
setelah 1jam melakukan perjalanan dari kantor tempat dia bekerja yang memang jaraknya cukup jauh dari kontrakannya yang terletak dipinggiran kota. Yuda sengaja memilih kontrakan yang agak jauh dari keramaian karena agar bisa beristirahat dengan nyaman. sebelum tiba dikontrakan, Yuda berhenti di sebuah rumah makan dekat dengan kontrakan untuk memesan makanan yang akan dimakannya setelah mandi.
setelah selesai dari rumah makan Yuda melanjutkan memarkirkan mobilnya di dekat rumah makan di lahan parkir yang disediakan untuk warga sekitar kontrakannya dengan membayar uang sewa parkir sebesar 300ribu tiap bulan. Setelah selesai memarkirkan mobil, Yuda segera berjalan menuju kekontrakan nya sambil menyapa beberapa warga sekitar. setelah sampai di kontrakannya dia segera membuka pintu dan masuk kedalam lalu merebahkan diri di lantai beralaskan karpet plastik.
kontrakan Yuda memang tidak besar, ruangannya hanya terdiri dari dua ruangan, yaitu ruang tamu sekaligus tempat tidur dan dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi.
setelah beristirahat sejenak dia segera menuju ke kamar mandi untuk mandi agar bisa menghilangkan penat setelah seharian bekerja. selesai mandi, Yuda segera menggunakan kaos tanpa lengan dan celana pendek, pakaian rutinitas setiap hari dikontrakan karena hawa panas yang tidak akan membuat betah siapa saja untuk memakai pakaian yang terlalu tertutup.
sambil rebahan dikasur yang terletak di ruang tamu dia segera menghubungi anak nya melalui panggilan video call untuk sekedar melepas rindu.
" halo kakak sayang lagi apa nak?" tanya ku
" halo pa, aku lagi mainan sama adek pa." jawab Ibra
" kakak sm adek udah makan belum?" tanya ku sambil menyalakan sebatang rokok.
" sudah pa. mama tadi masak ayam goreng"jawab kakak sambil mainan
" adek mana kak?" tanya ku
Ibra pun langsung memanggil Chelsea adiknya.
"halo cantik ku, lagi mainan apa cantik?" tanyaku sambil tersenyum.
"halo pa, aku lagi mainan masak-masakan sama kakak sama temenku juga pa" jawab Chelsea
" adek kakak papa 3hari lagi pulang lho. adek sama kakak kangen gak sama papa?" tanya ku dan di jawab kompak "asikkkk...kangen pa."
setelah 2jam melakukan video call akhirnya Yuda memutuskan untuk mengakhiri panggilan video callnya dan menghela nafas panjang
" Ya Allah semoga keputusan ku untuk berhenti dari pekerjaan ini benar. tolong bimbing hamba Mu ini dalam setiap langkah nya agar tetap menjadi berkah bagi keluarga hamba, lancarkan segala urusan hamba dan bukakan pintu rejeki hamba dan istri hamba. amin" doa Yuda dalam hati. sambil teringat kembali masa lalu disaat Yuda tertipu dan mengalami kebangkrutan.
jam menunjukan pukul 8.30 malam, Yuda memutuskan untuk makan yang tadi dibelinya di warung makan sepulang kerja, sambil menonton siaran berita yang masih menyiarkan soal pandemi dan vaksinasi.
setelah selesai makan, Yuda menyalakan kembali sebatang rokok sambil berkirim pesan ke Dinda istrinya.
( sayang udah persiapan pulang belum?) pesan yang Yuda kirim ke Dinda.
( "sudah pa, ini lagi mau nunggu absen pulang" jawab Dinda)
(" kamu bawa motor kan?" tanyaku)
("iya pa, aku bawa motor kok. sudah ya pa aku mau absen lalu pulang" jawab Dinda mengakhiri obrolan via w******p)
(" iya sudah, hati-hati ya ma pulangnya, gak usaha ngebut. i love u ma" jawab ku sambil membubuhi imoticon love)
hari makin larut dan Yuda pun memutuskan untuk beristrahat karena tiap hari harus bangun pagi-pagi agar tidak terlambat ke kantor.
Alarm berbunyi menunjukan sudah pukul 4 pagi. Yuda segera bangun meski masih ngantuk, tapi suasana hati Yuda berbeda dari hari hari sebelumnya karena mengingat sebentar lagi dia akan pulang kampung dan kembali berkumpul bersama istri serta kedua anaknya. Yuda segera menuju ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi dan berpakaian