Bab 69
Bahu Sajaka berguncang hebat. Menangis tersedu-sedu sambil terus memanggil nama kakaknya. Kesakitan Sajaka adalah sengkara bagi Sadina. Rasanya seperti tidak bisa hidup bila yang dilihat hanya kesedihan Sajaka. Sadina memberi pelukan erat, berusaha menghentikan tangis cowok itu.
“Sajaka.” Sadina ikut menangis sembari menepuk-nepuk punggung lelaki itu.
“Sadina, aku harus membalas dendam sama orang yang udah menyakiti perasaan Kak Rena, kan?”
Sadina menggeleng kuat. “Enggak, Sajaka. Bukan gini caranya. Kita harus buat dia mendapatkan hukuman yang pantas. Tapi kita juga harus cari tahu dulu dengan jelas alasan apa yang benar-benar membuat kakak kamu memilih pergi. Kita harus cari tahu dulu. Kamu nggak boleh kayak gini, Sajaka.”
“Tapi buktinya udah banyak mengarah