Lagi pula, aku tidak ada kesibukan apa pun. Jadi, aku hanya mengikuti pria badut itu keluar dari aula. Kami sampai di taman belakang vila.Langit penuh bintang, malam sangat cerah dan angin sepoi-sepoi meniup aroma bunga musim gugur. Sayangnya, orang di sampingku bukan kekasihku. Sementara kekasihku telah lama menjadi kekasih orang lain dan saat ini sedang merangkul wanita lain. Aku sedikit melankolis.
Si badut berjalan menuruni anak tangga marmer terlebih dahulu dan aku mengikuti di belakang dengan kruk. Aku termenung, hingga tidak menginjak dengan benar dan tubuhku hendak tersungkur. Pria badut tiba-tiba berbalik dan mengulurkan tangannya untuk memelukku erat-erat, agar aku tidak tersungkur.
Namun, kruk terlepas dari tanganku dan topeng juga terlepas dari wajahku.
Aku sedikit terengah-