Keenan Reymundo atau yang lebih akrab dipanggil Ken adalah seorang pebisnis sukses di usia 32 tahun yang meneruskan, mengembangkan dan menyukseskan bisnis yang sudah lebih dulu dirintis ayahnya. Pria misterius yang menjadi dambaan seluruh kaum hawa. Pria 32 tahun yang tampan nan dingin, pria yang luar biasa disegani dan dihormati. Pria yang tidak bisa sembarangan ditemui, dilihat dan disapa.
Ken, anak tertua dari keluarga Reymundo, keluarga no. 1 di benua Asia. Setengah penghasilan dari ekonomi negara bersumber dari bisnis keluarga Reymundo yang ditangani langsung oleh Keenan.
Sang ayah, Jayden Reymundo tanpa ragu menyerahkan tanggung jawabnya secara penuh pada Keenan karena sudah bisa menggantikannya lebih baik lagi. Beliau ingin menikmati masa tuanya lebih lama dengan sang istri.
Memiliki seorang ibu bernama Bella Reymundo seperti ibu-ibu pada umumnya yang menyayangi dan mendukung apa saja yang diinginkan dan dilakukan anaknya selama hal itu baik.
Meski merupakan keluarga terpandang, namun Reymundo merupakan keluarga yang tertutup. Kedua putri Reymundo yang merupakan adik Keenan, Agatha Reymundo dan Alodie Reymundo tidak diketahui oleh publik.
Publik hanya mengetahui bila Reymundo memiliki 2 orang putri. Jayden sengaja karena dia tidak ingin kedua putrinya terganggu dengan publik yang akan mengganggu dan menghambat hidup mereka sehari-hari, selain itu juga membahayakan kedua putrinya di luar sana.
Jayden hanya menempatkan orang kepercayaannya untuk menjaga Agatha dan Alodie kemudian melaporkan seluruh kegiatan putrinya. Namun sekarang tugas itu sudah berpindah. Ken meminta agar melaporkan segala sesuatunya padanya. Dia yang akan menggantikan sang ayah menjaga dan mengontrol kedua adiknya.
Ken benar-benar mengabulkan keinginan ayahnya yang berharap tidak lagi mencampuri urusan pekerjaan. Jayden pun bersyukur karena putranya mampu menghandle seluruhnya dengan sangat baik, bahkan lebih dari ekspetasinya, meski putranya sangat kejam, dingin dan tak tersentuh.
Ken menunjukkan kemampuannya yang luar biasa sebagai penerus Reymundo dalam menjalankan amanah ayahnya untuk meneruskan dan menyukseskan Reymundo. Reymundo yang sudah sukses di tangan ayahnya, kembali dan terus melambung tinggi menciptakan jarak yang luar biasa jauh dengan perusahaan pesaing saat berada kontrol Ken.
Keenan menjadi pemimpin termuda karena sudah memegang perusahaan di usia 17. Ken tidak menolak perintah ayahnya yang memintanya untuk memegang kendali Reymundo karena dia tau cepat atau lambat dia akan segera menggantikan posisi ayahnya.
Reymundo, perusahaan yang bergerak di seluruh bidang. Mulai dari mall, supermarket, media, restoran, hotel, rumah sakit, perbankan, rokok, real estate, manajemen asset bidang batubara, manufaktur, perdagangan, agribisnis, reliance industries di bidang minyak dan gas, asuransi, reksadana, universitas dan beberapa lagi.
Ken memiliki 2 orang tangan kanan yang sekaligus menjabat sebagai sekretaris Ken. Marvel dan Gera. Orang yang sudah bersama Keenan sejak tuan muda mereka di umur 10. Dua orang manusia yang sangat memahami Ken mungkin lebih dari ayah dan ibunya.
Saking dinginnya, kedua putri Reymundo sangat sangat segan dan takut dengan kakak mereka. Kalau sudah bertemu Ken, ketakutan Agatha dan Alodie bertambah, menjadi ketakutan terbesar mereka di sepanjang hidup. Tapi mereka tau kalau kakak mereka satu-satunya itu sangat sayang dengan mereka.
Keenan selalu menjaga adiknya dengan baik dan tidak pernah melepaskan pengawasannya. Bahkan Ken memerintah orang kepercayaannya yang bersama Agatha dan Alodie untuk mengecek latar belakang dan informasi tentang seluruh orang di circle adiknya. Ken tidak ingin ada orang tidak baik di sekitar adiknya terutama para pria.
♥♥♥
Di malam yang dingin dihiasi dengan suara hujan yang cukup deras, keluarga Reymundo selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol ringan.
“Agatha, Alodie.”
“Iya, Dad?” jawab 2 putri itu bersamaan.
“Bagaimana dengan kuliah kalian?” tanya Jayden menyesap menyendokkan dessertnya.
“Kami akan segera ujian kenaikan semester, Dad,” jawab si sulung, Agatha.
“Benar, Dad. Lodie akan segera naik semester 3, sedangkan kak Atha akan naik semester 6,” lanjut Alodie, si bungsu.
Jayden mengangguk. “Kalau begitu kalian harus belajar dengan baik sehingga bisa membantu kakak Ken kalian nantinya.”
Agatha dan Alodie mengangguk mengerti melirik kakak mereka yang hanya diam.
“Dad, ada yang ingin Atha katakan.” Jayden mengangguk meminta putri pertamanya untuk melanjutkan perkataannya.
“Atha mau minta izin datang ke farewell party dengan senior Atha di kampus yang diadakan besok malam, Dad. Boleh?” tanya Agatha meminta izin.
“Lodie juga mau datang, Dad. Lodie selalu penasaran dan ingin menghadiri farewell partynya di kampus kita,” sahut Alodie yang juga berencana untuk pergi.
“Kalau Daddy dan Mommy boleh-boleh saja, sayang,” kata Jayden melihat istrinya yang mengangguk membenarkan.
“Tanya kakak kalian tuh,” balas Bella menunjuk Ken dengan dagunya.
Ken hanya diam sampai adiknya buka suara minta izin padanya. Di sisi lain, Agatha dan Alodie saling pandang menatap takut kakak mereka.
Mengumpulkan keberanian, Alodie memberanikan diri meminta izin.
“Kakak, apa Lodie dan Kak Atha boleh datang ke acara kampus besok?” tanya Alodie ragu.
Keenan diam. “Jam berapa?”
“Jam setengah tujuh malam kak,” jawab Alodie dan mereka berdua menatap Ken penuh harap diberi izin.
“Sebelum jam 10 sudah di rumah.” Pernyataan singkat Ken yang memberi izin mengembangkan senyum kedua adiknya yang secara bersamaan bergerak memeluk kakak mereka karena bahagianya.
“Terima kasih, kakak!” Ken hanya berdehem.
Jayden dan Bella selalu tersenyum melihat interaksi ketiga anak mereka. Melihat 2 putri yang sudah tahan banting dengan sikap dingin dan tegas kakaknya.
♥♥♥
KEN POV
Lahir di keluarga Reymundo, menjadi penerus utama Reymundo, mungkin adalah impian semua orang di muka bumi yang sudah mengetahui seberapa kaya dan terkenalnya nama keluargaku ini.
Tak ada yang tidak mengenalku. Menjadi idola para kaum hawa pun sudah biasa bagiku, namun lagi-lagi, tidak ada yang memikat hati. Tidak jarang para rekan bisnisku memperkenalkan wanita-wanita yang entah dari mana saja asalnya itu padaku. Alasannya simple. Hanya 1 alasan mereka melakukan itu. Mereka ingin mencari keuntungan dariku jika aku menerima perempuan yang mereka sodorkan.
Selain karena pikiran licik mereka, aku memang tidak tertarik. Sudah kukatakan hanya 1 orang yang mampu memikatku sampai saat ini. Tidak, ada 3. Sampai detik ini, wajah mereka terus berkeliaran di pikiranku tanpa mengenal waktu pagi, siang, sore dan malam.
Wanita itu, ingin kujadikan sebagai wanitaku seutuhnya, sebagai milikku seorang. begitu pula dengan kedua anaknya. ingin kujadikan sebagai anakku, yang akan memanggilku 'daddy' sebagaimana mereka menyapaku saat lalu. aku ingin mereka.
Aku gila!