Bab 3: Dihukum guru piket
"Adehhhhh"jeweran maut milik ibu piket memang mematikan ya?
Hari ini adalah hari paling s**l bagi Hilda, bagaimana tidak?! Tiba-tiba ada pengumuman dadakan dari sekolah, mana tadi pagi hujan deres lagi kan makin males.
"Eh Hilda tumben dihukum" Sapa Damian, michael, Luna, dan Gibran yang udah dijemur duluan sama bu tuti ya guru piket SMA Mandala adalah bu Tuti Prastiwi
"Diem lo! " Hilda segera bergabung kebarisan anak anak telat, ataupun yang tidak memakai attribut lengkap
"Aa Nevan cabut dong hukumannya" Geliat Damian manja.
"Hhh, merinding gue "
"Mulai, mulaii"
"Damian! Sekarang bersihkan serambi kelas! " Tegas bu Tuti
"Yaelah buk, capeh tahuu holmat beldera"Damian geal geol slay??????
" Hoek"semua siswa yang menyaksikan Damian seketika muntah berjama'ah
"Ibu tambah ya Kalau ngga mau, Cepet LAKSANAKAN! " Damian langsung lari terbirit-b***t, asal kalian tahu ya sabetan sapu bu Tuti sama dengan cakaran singa tau ngga.
Setelah 30 menit hormat bendera akhirnya boleh PULANG!
"Ke markas besar"
"Ngapain? " Tanya Michael pasalnya mereka sangat jarang ke markas besar, mereka biasanya berkumpul di markas komando bukan besar
"Ada hal penting yang harus dimusyawarahkan "
"Ok"
"EH!, TUNGGU WOYYY" Suara melengking Damian membuat gendang telinga pecah, baru saja mereka merasa aman, eh malah ada Damian. Emang paling bener tuh anak dibuang.
"Astaghfirullah setan dateng "
"Kenapa harus ada Damian? "
"Kutuk yuk jadi maling kundang biar jadi batu"
"HAYUK" Kompak semua orang
"Hah, hah,kok kalian ngga bales teriakan aku si-"
Gibran segera menarik tubuh Damian menuju parkiran "nanti aja nyinyirnya, kita ada rapat"
Inti Gleclotion segera menuju markas besar, Caldwell, Nevan, Michael, Mathilda, Yuda membawa motor sendiri, sedangkan Luna bonceng Angel, dan Damian bonceng Gibran
**
Setelah melewati banyak gedung-gedung, kini Gleclotion telah sampai diperbatasan wilayah antara jakarta pusat dengan jakarta selatan.setelah memarkirkan motor Gleclotion menaiki tangga b***k yang kokoh.
Burik memang jika disebut markas besar, namun justru tempat inilah yang sulit diakses oleh musuh, apalagi ini di perbatasan yang sangat jarang dikunjungi. Lagi pula jika ada pengintai akan di tangkap karena disini ada mata mata bayangan yang ditugaskan untuk menjaga tempat ini.
Semua anggota inti menaiki kontainer yang digunakan sebagai tempat sidang
"Ada masalah apa lagi nih?
" Diem Damian sebelum gue keluarin lo dari Gleclotion "
Nevan melemparkan kotak penuh darah, dan bangkai kelinci didalamnya yang sudah dimakan ulat "teror lagi"
"Lagi? Cepek aku"
"Ngga usah alay"
"Pengiriman nya masih sama " Caldwell menunjukkan lambang infinity
"Sekarang aku tanya, kalian punya musuh pribadi yang ngga kita ketahui ngga"
Mereka kompak menggeleng kan kepala, setiap salah satu dari mereka mempunyai musuh pasti mereka akan membuat laporan agar bisa berjaga jaga
"Lo udah tanya anggota biasa belum? Siapa tau mereka buat p*********n diorganisasi lain tanpa sepengetahuan kita"
"Ngga ada, mereka ngga bergerak sama sekali mereka semua normal"
"Infinity? " Luna bergumam pelan
"Luna! Lo tau siapa pemilik lambang infinity? " Angel berteriak terkejut
"Nggak, nggak, aku cuma pernah liat lambang itu, tapi dimana? "
"Pikun sih lo"
"Kapan terakhir kali lo liat lambang ini? "
"Sekitar 2 tahun yang lalu, kalian inget ngga waktu kita ke Pantai Ancol?disitu kan aku nyeritain ketemu boss ganteng kan, nah! Lambang geng nya itu infinity'
Flashback*
"Eh gue mau ke WC dulu tunggu ya" Pamit Luna pada Hilda
"Ok"
Luna segera bergegas pergi kekamar mandi dia sudah tidak tahan untuk berak
"Neng mau pake wc? Wcnya lagi diperbaiki neng ngga bisa digunain"tanya bapak bapak yang kebetulan lagi memperbaiki WC
"Aduh pak terus gimana dong? "
"Neng-nya pergi ke toilet umum diujung jalan aja, ngga jauh kok neng-nya lurus terus belok kiri maju dikit nanti ada tulisan toilet umum"
"Makasih pak"Luna segera pergi lalu berlari secepat mungkin, dia sudah kebelet boker nih, si t*i udah di ujung tanduk
Setelah boker dengan sekuat tenaga karena tainya yang keras, akhirnya Luna keluar dari kamar mandi super bau ini
" Leganya"Luna seterah berjalan keluar karena teman temannya pasti menunggu nya
"Brummm" . Deru motor yang berjalan menuju tempat Luna, dan seketika mengepung Luna
"Eh,eh, apa apan nih?"
Orang dengan handband bertuliskan infinity berjalan mendekati Luna"Bilang sama boss lo, kalau ngga bisa jaga ngga usah ngambil "
Luna diam ditempat tak berkutik sama sekali"ganteng a***y boss nya"pekik Luna melewati, Btw geng motor yang tadi udah pergi
Flasback end
Plak
"g****k gimana bisa informasi sepenting ini ngga lo beritahu kita hah"
"Ya maaf, gue kira mereka cuma main main lagian aku ngga tau mereka siapa"
"Udah udah" Caldwell memegang tangan hilda yang mau nampar Luna lagi
"Tuh dengerin"Hilda tersenyum geram. Ih pengen gue cabik-cabik batin Hilda
"Berarti musuhnya dari Jakarta Utara dong? , kan Ancol ada di Jakarta Utara
" Bisa jadi"
"Kita tutup aja dulu rapatnya, nanti kita rapat lagi" Nevan tiba tiba menghentikan rapat hari in
"YEY" Trio d***o yang dari tadi plonga plongo memekik gembira
***
Caldwell memarkirkan motornya dan segera masuk rumah karena lelah
"Loh mah tumben cucian banyak" Caldwell melihat westafel cuci piring yang kebak dengan piring yang kotor dan bersih
"Inih loh kak mama lahi cobla lesep telbalu DEBM " Cullen menjelaskan dengan suara cadelnya.
Cullen Enola, adik dari kakak Caldwell usianya 5 tahun tapi entah kenapa masih cadel
"Pantes" Mamanya kakak dari kakak Cullen memang suka mengikuti resep DEBM ya.. Ngga semuanya diikuti juga sih
"Kakak!!"
"Mampus" batin Caldwell dalam hati.
"Caldwell, Milea tolong dong bantu cucu piring"inilah kenapa kakak dari Cullen tidak menyukai jika mamanya mengikuti resep DEBM, cuciannya itu loh banyak banggetttt.
" Iya mah"kakak kakak Cullen berjalan lesu tidak semangat, mereka memang suka cuci piring tapi bukan berarti sebanyak ini juga kali
Setelah sekitar 1 jam kakak kakak Cullen mencuci piring sampai tangan keriput akhirnya mereka selesai juga
"Kak, cul mau tidur bareng kakak" Caldwell, Cullen, dan Milea sedang berada di kamar Caldwell
"Sini" Caldwell menepuk kasurnya tanda boleh
"Dek, ngga mau tidur bareng kaka?" Caldwell menawari Milea yang sedang duduk di teras kamar
"Ogah entar di PERKAOS" Sebenarnya Milea tahu kalau kakaknya ngga bakal lakuin hal b***t itu tapi dia cuma berjaga jaga apalagi zaman sekarang banyak kasuk pemerkosaan
"Astaghfirullah pikirannya" Milea itu umur 15 tahun, dia tripikal orang yang waspada sama lingkungan nya
"Udahlah" Milea pergi begitu saja, padahal Cullen kira bakal ada adegan ngakak nya ternyata ngga ada
"Mau tukeran kakak ngga? butuh yang humornya tinggi nih"
---o0o---