Bab 1: Kedatangan mas Bagas di minggu sore ini,dengan membawa kejutan romantisnya buat Risma. Bagas datang dengan membawa bucket bunga. — Kharisma Putri 'si bunga desa' — Putra Sulung · Aksara
Kedatangan mas Bagas di minggu sore ini,dengan membawa kejutan romantisnya buat Risma. Bagas datang dengan membawa bucket bunga.
Punggung serta kaki terasa pegal yang
membuat Risma tertidur siang ini di sofa
depan TV. Rasa capek yang membuatnya
tertidur pulas hingga sore hari.
Sekitar jam 4 sore Risma terbangun.
Dan segera masuk kamar mandi.
"Heeemmmm...lumayan segar tubuh ini.
gumam Risma setelah keluar dari kamar
mandi.
"Sudah selesai mandinya kamu Risma?
makanlah dulu, kamu tadi siang
ketiduran tanpa makan siang dulu..
pasti kamu lapar.." ucap mama sambil
setengah berteriak kepada putri
kesayangannya.
"iya ma..bentar" jawab Risma
Dan tak lama setelah sedikit berdandan
ala kadarnya,Risma keluar dari kamar
dan menuju meja makan sederhana
di ruang samping dapur.
Dan tak lama setelah selesai makan,
tiba2 terdengar ketukan pintu depan.
Risma berjalan menuju ke arah pintu
dan membuka pintu..
"Assalamu'alaikum..." terdengar suara
pria yang sudah 4 minggu ia rindukan.
Ya Risma kaget dan juga senang
ternyata mas Bagas yang datang.
"Wa'alaikumsalam..." jawab Risma
gugup.
"Boleh saya masuk..."ucap Bagas
"ya ya ya...mari silahkan masuk"
Sesampainya di dalam dan sebelum
duduk,Bagas menyerahkan bucket
bunga serta coklat yang di bawanya
"Ini buat kamu dek Risma...I love you "
Dengan muka yang sedikit memerah
Risma menerima bucket bunga dari
tangan mas Bagas,,
Dengan mata tak berkedip Bagas terus
memandangi wajah kekasih hatinya
yang agak tersipu malu..yang se olah
menambah kecantikan Risma
"Kamu cantik sekali sayang.." imbuh
Bagas.
Risma menundukan kepalanya
Bagas meraih lengan Risma dan
mengecup manis punggung tangan
mungil milik Risma.
"Mas..." hanya itu yang terucap dari bibir
Risma,sambil menarik tanganya pelan
karena takut dan malu kalau sampai
mama atau adiknya melihat.
"Silahkan duduk mas "
Bagas pun kemudian duduk dan Risma
yang masih dengar d**a berdebar
masuk ke dalam, dia minum air putih
sambil menenangkan diri.
Tak lama setelah sedikit tenang,
dia keluar dengan membawakan
segelas air putih bt mas Bagas.
"Silahkan mas..." ucapanya
" makasih dek...udah sini duduk,
mas kangen banget " ucap Bagas
sambil menarik pelan tangan Risma
agar mau duduk di sampingnya.
Mereka duduk dan ngobrol berdua
saling melepas rindu.
Bagas terus menggenggam jemari
Risma.
Ada gejolak asmara yang sangat kuat
di antara keduanya.
"Dek..sebentar lagi kamu lulus sekolah,
terus apa rencana kamu ke depan?"
Tanya Bagas..
"Mau kuliah di mana,atau mau kerja?"
imbuhnya lagi.
Sambil tertunduk Risma menjawab.
" Entahlah...mungkin di rumah saja buat
bantu bantu mama"
"Kalau untuk kuliah rasanya berat
dengan keadaan ekonomi kami"
Mungkin saya akan di rumah saja "
ucap Risma lesu
"Tapi bukan untuk menikah muda kan
sayang?
Kamu akan setia menunggu mas selesai
Kuliah kan" begitu rentetan pertanyaan
dari Bagas.
"Insya Allah adek akan setia menunggu
sampai mas selesai." jawab Risma lagi
"Bener janji ya sayang...terkadang mas
takut kamu keburu di ambil orang,
karena mas tau,banyak pria yang
pasti akan jatuh hati bila melihatmu
sayang " ucap Bagas sambil kembali
mengecup punggung tangan Risma
dengan lembutnya.
Ya ,Bagas adalah tipe cowok yang
romantis. Yang membuat hati Risma
tambah deg-degan lebih kencang.
Dan saat hari menjelang malam
Bagas berpamitan.
"Mas pulang dulu sayang...besok pagi
harus berangkat ke kota lagi,
adek jaga diri serta hati baik-baik,
biarkan hati itu hanya buat mas se
orang."
Bagas berdiri dan....mengecup kening
Risma
Risma hanya tertunduk.
Dan kemudian mengantarkan Bagas
sampai ke teras rumah.
Mereka saling melambaikan tangan,
bahkan berulang ulang, se olah belum
menginginkan perpisahan ini.
Kurang lebih sebulan mereka harus
saling menahan rindu.