Cukup besar mulutnya membuat kami semua termasuk para tahanan dan para pasukan Black Wolf masuk berdesak-desakan. Aku tak mengira orang-orang akan sangat antusias masuk ke dalam mulut cacing raksasa ini. Aku memegang tangan Marioth dan Noy agar tak pergi tersesat terlalu jauh dariku. Sementara Gilbart sudah berlari lebih dahulu. Aku tak tahu dia dimana sekarang.
Saat memasuki mulut Igor, aku tidak mencium bau mulut khas hewan yang biasa aku hirup. Malahan semuanya serasa tak berbau dan justru di beberapa titik wangi. Aku menginjakkan kakiku di tepat lantai mulutnya, dan ternyata alasnya sudah diselimuti oleh sebuah karpet! Aku berkata dalam hati, Apa-apaan ini! Mana ada mulut hewan yang memiliki hiasan seperti ini. Aku akan percaya jika ruangan ini sebenarnya adalah ruangan magis. Sebena