Pagi hari, Arbis memasuki kelasnya sambil bersenandung kecil. Ia harus mengawali harinya dengan nuansa ceria karena akan berhadapan dengan keributan teman temannya. Arbis sudah menyiapkan diri untuk menjadi penengah karena huru hara yang tercipta di antara Kiran, Sayna, dan Ilham. Entah seberapa parah keributan mereka bertiga, Arbis belum memperkirakannya sebelum melihat secara langsung.
Saat memasuki kelas, ia melihat Kiran dan Ilham sudah duduk di bangku. Mereka tidak semeja, Ilham memilih duduk di kursi belakang sedang Kiran di depannya. Menyadari hal tersebut, Arbis hanya mengembuskan napasnya. Terlebih saat melihat gesture Kiran yang enggan untuk menoleh ke meja di belakangnya seperti biasa. Sudah jelas mereka berdua masih dalam masa keributan yang kemarin.
Arbis pun melangkah mengh