Nindy KamilaSari
Sebelumnya perkenalkan nama saya Nindy kamilasari. atau biasa di panggil dengan sebutan Nindy atau mila. Kalo keluarga memanggilku Mila, tapi orang luar atau teman memanggil aku Nindy. aku adalah seorang mahasiswi baru di salah satu kampus jakarta.
Secara perekonomian, Aku terbilang Dari keluarga yang kekurangan atau bahkan miskin. Karena untuk kuliah saja, aku pun harus berjuang mencari beasiswa yang terbatas. Tapi untungnya aku berhasil mendapatkan beasiswa di kampus tempatku belajar saat ini.
Aku sendiri sekarang masih semester 1, Iyah aku baru masuk kuliah . Dan usiaku saat ini sudah 19 tahun, Aku sempat gap year setahun setelah lulus SMA. Karena aku harus kerja dan menabung dulu di kampung halaman, untuk bekal kuliah di jakarta sampai lulus.
Dan karena kondisi inilah, aku akhirnya untuk memutuskan mencari tempat tinggal yang murah di jakarta. Aku mencari kosan yang harganya paling murah, dan dengan jarak yang paling dekat dengan kampus. Dan bernasib lah aku di kos Bu jumawati ini.
Harga kosan tempat aku tinggal, Hanya sekitar 400ribu sebulan. kosan yang hanya dua petak memanjang ke belakang. Lengkap? sama sekali enngak, Bahkan aku tidur masih pakai kasur gelar, yang di beliin pacarku. Dan bantal guling, Donasi dari penghuni sebelah.
kipas aku di kasih ibu kos, kebetulan kipas rusak tapi aku bawa ke tukang service untuk di benerin. Alhasil dengan hanya uang 40ribu, aku bisa pakai kipas tinggi dan besar. tapi yang masih ke unggulan, kost ini kamar mandinya ada di dalam.
Dan ada sirkulasi udara yang masuk mumpuni. meskipun begitu, ini kosan yang sangat berisik. kost tempat aku tinggal, di d******i oleh para cowok, karena ga ada perempuan yang berani ngekost disini kecuali aku. Ada banyak alasan kenapa bisa begitu.
Alasan pertama, karena di kosan ini sering terjadi pembunuhan dan bunuh diri. Orang-orang miskin yang ga punya uang, hidup mereka menjadi stress dan memilih mati. ada juga yang di bunuh, karena pertikaian orang orang kecil seperti kami. tapi meskipun begitu.
Dominan yang mati di kost ini kebanyakan laki-laki. Sedangkan perempuan, Ada 2 kasus yang keduanya mati bunuh diri. Sedangkan yang laki-laki, kebanyakan wafat kena kasus perkelahian. Namun kabarnya, pemilik kost sudah melakukan tegas.
Dengan memperketat aturan, memasang CCTV di berbagai tempat, dan ada penjaga yang di bayar murah. Penjaganya punya warung, yang warungnya juga berupa kosan. Dan dia tinggal bersama istri dan anak-anaknya. Dan karena hal ini, udah ga ada kasus lagi.
Bahkan sudah 2 tahun, ga ada kasus bunuh diri atau orang dibunuh di kosan ini. tapi meskipun begitu, orang-orqng masih takut untuk tinggal disini. Terbukti dengan aku adalah satu-satunya perempuan, yang ngekost di tempat ini. Sebenarnya ada dua sih.
Tapi yang satunya lagi jarang ada di kos. Dan lokasi kamarnya jauh, ada di bawah. Sedangkan aku ada di lantai dua, kamarku nomor dua dari pojok kiri. Di sebelah kamarku, ada kamar kosong yang dulu jadi lokasi bunuh diri mahasiswi hamil. Gak pernah di tempati.
Aku sebenarnya termasuk cewe yang penakut, tapi masalahnya di kampung halamanku yang terletak di Purworejo, Situasinya jauh lebih serem disini, ini malah menurutku gak ada serem-seremnya. setiap hari aku bisa dengar anak-anak main gitar.
Genjreng genjreng sambil ketawa-ketawa, di warung penjaga kosan.Dab selama 3 bulan aku tinggal disini, ga pernah ada kejadian apa-apa. meskipun rumornya disini sering ada penampakan. Sering ada penampakan kuntilanak, yang menusuk nusuk perutnya.
Yang katanya arwah gentayangan dari mahasiswi yang bunuh diri disini. Katanya juga sering terdengar suara cewe ketawa. Padahal gak ada cewe ngekost disini kecuali akum Tapi aku gak pernah ngalamin semua itu, ya jangan sampai lah soalnya aku ini penakut.
Rata-rata cowo yang ngekost disini, mereka mahasiswi di kampusku juga. Dan sebagian ada yang udah kerja, atau kuliah sambil kerja. Mereka juga ramah, meskipun sering godain dan menatap m***m, Tapi yaa mungkin tingakah cowo biasa.
Karena mereka sama sekali gak pernah iseng. Ketuk pintu kamarku pun ga pernah, ngintip juga kayanya ga pernah soalnya kalo malem, jendela dan gordyn aku tutup. Tapi meski begitu, aku udah punya dua sahabat disini. Kakak tingkat di kampusku juga dia.
Namanya Adam, dan satu penghuni kost cowo yang udah kerja, dia namanya Daffa, penghuni kost yang udah 6 tahun ngekost disini. Umur dia udah 24 tahun, baru lulus di kampusku juga dua tahun lalu. Iyaa hanya mereka, cowo yang Deket sama aku disini.
Namun kedamaian aku tinggal disini gak bertahan lama, sampai hari itu tiba. Aku hari itu baru pulang dari kampus, sekitar jam 5 sore. salah satu penghuni kost disini, ada yang menyapa akum " baru pulang ngampus, Neng? cowoknya mana? Gak ikut main kesini?"
Cowok yang menyapaku bernama Ehsan, orang yang tinggal lantai bawah, dekat pintu gerbang. " Iyaa nih udah pulang, enggak cowok aku gak bisa main kesini. soalnya dia kampusnya jauh, dan ngekost di Deket kampusnya juga."
"Cowoknya emang ngampus dimana, neng? Waduhh, sayang banget cowoknya ngampus dimana, ceweknya ngampus dimana. Hahaha,"
tanya pria berambut kriwil dan berkacamata itu. Dia memang lagi duduk di teras kamar kostnya, sambil merokok.
"Cowok aku kuliah di daerah Tanggerang, dia awalnya mau satu kampus sama aku. Tapi gak keterima, udah terlanjur janji mau sama-sama kuliah di jakarta. Yaa mau gimana lagi," jawabku sambil berjalan menuju tangga. Kebetulan aku memang kuliah di jakarta selatan.
Sedangkan cowoku kuliah di tanggerang, daerah alam sutera kesana lagi. jauh banget pokoknya, cowok aku juga biasanya datang ke sini selalu nginep. "Ohh,jauh banget. Dari Tanggerang Lenteng agung. iyaudah kalo gitu, hati-hati neng naik ke atas yaa."
"Iyaa, Kak makasih yaa." dengan sopan, aku berlalu sambil naik tangga ke lantai dua . kak Ehsan memang begitu, aku sama dia udah terbiasa ngobrol basa basi. Tapi yaa ngobrolnya sambil berlalu gitu. Sampai di rumah aku langsung mandi, karena disini panas.
Jakarta itu kota yang sangat panas, Bahkan malam hari pun cuacanya panas. Karena cuaca panas ini lah, aku gak pernah bisa pakai baju tidur disini. setiap di kosan, aku selalu pakai tanktop dan celana pendek. Gak jarang aku hanya pakai celana dalam dan tanktop.
Tapi sore ini selesai mandi, aku menggunakan tanktop warna merah tua dan celana pendek sepaha warna hitam pekat. Dulu aku berani berpakaian kaya gini di rumah, tapi ketika di Jakarta. Banyak cewek lalu lalang dengan pakaian seperti ini dan aman.
Karena di sekitar kosan aku, masih ada banyak kosan lain. Dan rata-rata kost eksklusif, atau kost khusus putri atau putra. Yang harganya mahal banget, dan setiap mereka keluar cari makan. Yaa pakaiannya sama kaya aku, cuma pakai tanktop dan celana pendek aja.