Menggema berbaur dengan debu. Tiang dan dinding memantulkan suara Rey. Gemuruh yang bergejolak di d**a tak bisa terelakkan. Raja Heng Louyan sempat gemetar.
'Kekuatam macam apa yang dimiliki anak itu?' pikir Raja Heng Louyan.
Dia menggenggam tongkatnya kuat. Intimidasi Rey sangat kuat seakan kakinya ditahan oleh gravitasi tatapan Rey. Buku itu, sampul yang tebal dan tulisan Leazova nampak jelas walau sekeliling terlihat buram setelah memusatkan pandangannya. Dia berpikir keras. Mungkinkah buku itu yang membuat Rey tidak bisa dilacak? Buku itu telah melindungi Rey sejak awal masuk di kerajaannya. Pemikirannya itu telah dia tetapkan benar. Namun, itu juga membuatnya semakin murka.
"Tidak peduli dari mana asalmu. Kau tetaplah batu sandungan yang besar di kerajaanku. Enyahlah selamanya, R