Happy Reading ^_^
***
Arloji mahal yang melingkari tangannya sudah menunjukkan pukul lima sore, tapi sosok Lentera Hadiyata malah baru sampai kantornya.
Kantornya.
Klaim itu kini sudah bisa Lentera serukan dengan lantang karena kantor itu memang sudah menjadi miliknya lagi. Miliknya—setelah sekian lama. Rasa haru menyerang sisi sentimental Lentera. Matanya berkaca-kaca.
Mungkin ini bukan kali pertama Lentera menginjakkan kakinya di ruangan ini. Bagaimanapun ini juga ruangan yang ia pakai sejak menjadi pegawai tanpa jabatan di sisi Arga. Tapi ini adalah kali pertamanya memasuki ruangan ini setelah kepemilikannya kembali kepadanya.
Setelah ia menangkap perselingkuhan Arga, setelah ia kehilangan sang anak, setelah tangisnya yang tak berujung—ia akhirnya mendapatkan ruangan ini kembali