Happy Reading ^_^
***
Lentera Hadiyata menatap pantulan dirinya di depan cermin dengan hancur. Kepalanya terasa sakit, wajahnya banyak memar, dan sudut bibirnya robek. Ia disiksa habis-habisan oleh Argani Rahadyan. Katanya, ini adalah balasan atas pukulan-pukulan yang diberikan sang papa pada Arga waktu itu. Bahkan, seolah belum cukup, ia juga dikurung di kamarnya tanpa ada akses untuk bisa keluar dari rumah. Lentera mengamati bagaimana menyedihkannya ia saat ini.
Ini adalah resikonya, pikir Lentera, makanya perempuan itu berhenti menangis sejak kepalanya dihantamkan ke dinding. Bahkan ia tetap berusaha tegar saat pukulan demi pukulan dilayangkan ke arahnya. Ia hanya mengerang kesakitan dan menahannya sekuat tenaga dengan menggigit bibirnya. Lentera tidak mau memberikan kepuasan dengan