Tiba-tiba saja sosoknya datang dan mengejutkan semua orang di rumah. Sekian lama sudah dia berkirim kabar dengan surat tahunan yang Rama terima. Perempuan itu sudah dikenal baik olehnya. Kini dirinya memberanikan diri untuk datang jauh-jauh tanpa orang tua yang mendampingi. Meski tidak ada yang menemani, tamu istimewa tersebut terbang dengan pesawat untuk meluapkan rasa kerinduan yang teramat sangat. Ibu Rama pun menjadi riang bukan kepalang bisa mengenal lagi wajah ayunya.
Safya beserta Rama, baru saja membicarakan Shinta dalam pertengkaran kecil mereka. Sepasang suami istri itu, kini bertanya-tanya tentang siapa wanita yang sedang bertamu di dalam rumah. Rama hanya berbicara sendiri, ia berharap semoga tamu tersebut bukanlah Shinta. Begitu juga dengan Safya. Dalam benaknya, jika orang y