Malam yang cukup panjang untuk menantikan seseorang, dan malam yang terlalu menyedihkan jika harus menangis sendirian. Safya sampai suntuk menunggu kedatangan suaminya yang sejak siang telah pergi untuk mengantar pulang saudara sepupu mereka. Sesekali ia terbangun dari rasa kantuk yang menggelayuti mata. Hanya bersama suara dari serangga malam yang menemani penantian seorang Safya hingga masuk kembali ke dalam rumah.
Rama pada akhirnya sampai juga di rumah. Ia kembali bersama sepeda motor kesayangan dengan binar-binar wajah yang tak biasa di tengah remang cahaya bulan. Rama tampaknya sangat senang ketika Safya menyambutnya di ruang makan keluarga. Pada jam malam yang sudah larut itu, Rama masih memutuskan untuk menghabiskan sepiring makanan yang tersedia di meja. Safya lalu memperhatikan