Sampai Shinta dan bu Ajeng kembali dari Jogja menuju Bali, tidak ada tanda-tanda bahwa Rama telah menemui mereka di suatu tempat. Antara Rama ataupun Shinta tidak menghubungi lagi satu sama lain. Apa Rama sudah benar dalam mengambil keputusan dan tidak akan melibatkan diri lagi kepada urusan pribadi Shinta dan keluarga?
Kehidupan pernikahan Rama dengan Safya ibarat musik tanpa tangga nada. Tiada arti dan tak bisa disebut lagi sebagai biduk rumah tangga. Semua berjalan sendiri-sendiri menurut kemauannya. Apabila Safya memikirkan masalah ini jiwanya menjadi mudah terguncang, tapi tak bisa menuntut apa-apa dari Rama. Apa keadaan begini saja sudah cukup bagi mereka? Sekadar menikah di atas kertas. Sebagai wanita, Safya tentu tidak akan mau di khitbah sejak awal.
Pada Minggu pagi, Rama mengaj