Pelukan Safya tidak meluluhkan hati sang Belahan jiwa. Rama telah membeku hingga membiarkan istrinya begitu, sampai kendaraan mereka berhenti tepat di halaman depan rumah. Safya sendiri tak melepaskan dekapannya kepada sang Suami. Entah ia telah tertidur atau penyesalan itu memang teramat dalam. Setelah suara mesin motor mati, sang Istri yang masih di boncengan Rama terdengar mengucapkan kalimat maaf, maaf dan maaf. Itu saja yang bisa Safya katakan tanpa menjelaskan kejadian sebenarnya. Satu dosa besar, seperti telah ditimpakan olehnya kepada Rama hingga mencabut seluruh kepercayaan yang diberikan. Bisakah Rama tinggal langsung menceraikan Safya seperti apa yang ia minta?
Berat bagi Rama untuk mengadu kepada Ibu, mas Eka atau orang-orang selain mereka. Sebab hanya akan menunjukkan kepada