Ruang kosong itu bernama rindu. Jika terbalaskan, perasaan senangnya bahkan tak cukup untuk diungkapkan sebatas pada ucapan. Seperti halnya waktu pertemuan mereka yang sebentar dan terasa hambar. Mau apa juga? Orang yang sebenarnya ingin bertemu adalah Ridwan. Bahkan pria itu sendiri juga tidak puas, meski telah mengobrol berduaan di keramaian pengunjung restoran.
Waktu lalu, baru saja Shinta dan bu Ajeng tiba di kediaman mereka. Belum juga membereskan barang bawaan, Shinta sudah mendapatkan telepon dari seseorang. Setelah diterima ternyata hanya panggilan dari si Ridwan. Shinta pun mengatakan kalau dia baru sampai dan masih kelelahan. Bahkan Janu belum sempat diambilnya dari rumah di mana anak itu menginap dengan teman satu sekolah. Shinta meminta Ridwan untuk menghubunginya lain waktu l