Di sana, Ridwan berada di lokasi kejadian tanpa ada kesengajaan. Ia sebatas melakukan usahanya yang maksimal ketika mencari Shinta. Namun sekarang, Ridwan hanya bisa menggandeng sebelah tangan Janu yang tetap duduk mendekam dalam tangisnya. Laki-laki dewasa itu pun hanya mampu membuang pandangan jauh ke ujung langit. Merasa ngeri dan pilu dengan apa yang disaksikan.
Pada detik-detik yang krusial itu,
“Janu!” teriak Shinta.
Segera, seorang Ibu tersebut berlari ke arah anaknya yang tahu-tahu berdiri di tengah jalur kereta. Namun Rama menghalangi Shinta dan membiarkan dirinya sendiri untuk terburu-buru menolong Janu. Lokomotif itu semakin mendekat. Tapi tali sepatu si Janu malah terjepit di rel. Tidak ada waktu lagi! Sangat cepat Rama melepaskan kaki anak kecil itu dari sepatunya. Kemudian